Pelepasan JCH Barito Utara: Bupati Shalahuddin Ingatkan Pentingnya Kesehatan dan Kesabaran Haji
Bupati Barito Utara Shalahuddin secara resmi melepas ratusan JCH Barito Utara menuju Embarkasi Banjarmasin, menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan kesabaran selama menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Bupati Barito Utara, Shalahuddin, secara resmi melepas rombongan jamaah calon haji (JCH) dari daerahnya di halaman Kantor Bupati setempat pada Sabtu, 2 Mei. Pelepasan ini menandai dimulainya perjalanan spiritual para JCH menuju Embarkasi Banjarmasin sebelum bertolak ke Tanah Suci. Acara pelepasan berlangsung khidmat, dihadiri oleh para pejabat daerah serta keluarga jamaah yang turut mengantar.
Dalam sambutannya, Bupati Shalahuddin memberikan pesan mendalam kepada seluruh jamaah yang akan menunaikan rukun Islam kelima ini. Ia menekankan pentingnya persiapan fisik dan mental mengingat ibadah haji membutuhkan stamina yang prima. Pesan ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi para JCH selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah.
Rombongan JCH Barito Utara ini akan bergabung dengan kloter lainnya di Embarkasi Banjarmasin sebelum melanjutkan perjalanan ke Madinah. Keberangkatan ini merupakan momen yang dinanti-nantikan setelah penantian panjang, membawa harapan dan doa dari seluruh masyarakat Barito Utara.
Pesan Bupati untuk JCH Barito Utara
Bupati Shalahuddin secara khusus mengingatkan seluruh JCH Barito Utara untuk senantiasa menjaga kesehatan selama menunaikan ibadah haji. Menurutnya, ibadah haji merupakan rangkaian aktivitas yang sangat menguras tenaga, sehingga kondisi fisik yang prima sangatlah esensial. "Ibadah haji merupakan ibadah yang banyak menguras tenaga. Oleh karena itu, saya berpesan kepada seluruh jamaah agar selalu menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah," kata Shalahuddin di Muara Teweh.
Selain kesehatan, Bupati juga menyoroti pentingnya kesabaran dan kebersamaan di tengah jutaan umat Muslim dari berbagai negara yang akan berkumpul. Ia menekankan bahwa sikap saling menghormati dan toleransi menjadi kunci kelancaran ibadah. "Dengan jumlah jamaah yang sangat banyak, kesabaran menjadi kunci utama. Jaga kebersamaan, saling menghormati, dan ikuti arahan petugas agar ibadah dapat berjalan lancar," tambahnya.
Shalahuddin juga memanjatkan doa agar seluruh jamaah diberikan kemudahan, kesehatan, serta dapat kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur dan makbul. "Kita doakan bersama semoga seluruh jamaah diberikan kelancaran, kesehatan, serta kembali ke daerah dalam keadaan selamat dan menjadi haji yang mabrur," ucap Shalahuddin.
Profil dan Data JCH Barito Utara
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Barito Utara, Alpiansah, menjelaskan bahwa jumlah JCH Barito Utara tahun ini sebanyak 113 jamaah yang terdiri dari 57 laki-laki dan 56 perempuan. Jumlah tersebut mengalami pengurangan sekitar 10 orang dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai kisaran 123 hingga 125 jamaah.
Dari segi usia, jamaah termuda tahun ini berusia 21 tahun dan tertua 95 tahun. Kehadiran jamaah berusia muda ini menarik perhatian, mengingat antrean haji yang panjang. "Keberangkatan jamaah usia muda terjadi karena pelimpahan porsi dari anggota keluarga yang meninggal dunia atau sakit permanen, sesuai regulasi pemerintah," jelas Alpiansah.
Regulasi pemerintah memungkinkan pelimpahan porsi haji dalam kondisi tertentu, memastikan kesempatan beribadah tetap terbuka bagi keluarga yang memenuhi syarat. Hal ini juga mencerminkan kebijakan yang adaptif untuk mengakomodasi berbagai situasi yang dihadapi calon jamaah.
Logistik dan Jadwal Keberangkatan
JCH Barito Utara berangkat menggunakan tiga unit bus jalan darat bantuan pemerintah daerah menuju Banjarmasin. Transportasi darat ini merupakan bantuan dari pemerintah daerah, menunjukkan dukungan penuh dalam memfasilitasi perjalanan ibadah warganya.
Setibanya di Embarkasi Banjarmasin, JCH Barito Utara akan tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 7. Kloter ini tidak hanya diisi oleh jamaah dari Barito Utara, tetapi juga tergabung dengan JCH dari Kota Palangka Raya, Barito Timur, Sukamara dan Gunung Mas. Penggabungan ini merupakan bagian dari pengaturan logistik haji untuk efisiensi dan koordinasi.
JCH Kloter 7 dijadwalkan berangkat ke Madinah pada Minggu, 3 Mei, pukul 14.05 WITA. Seluruh persiapan telah dilakukan untuk memastikan keberangkatan berjalan lancar dan aman. Para petugas haji juga telah disiagakan untuk mendampingi dan melayani kebutuhan jamaah selama perjalanan.
Sumber: AntaraNews