Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali meminta jamaah haji asal daerah itu untuk aktif berkoordinasi dengan pendamping dan petugas haji. Permintaan ini disampaikan mengingat kawasan Timur Tengah masih dalam situasi dinamika geopolitik yang perlu diwaspadai. Gubernur Bali berpesan agar jamaah selalu menjaga kedisiplinan, kekompakan, dan solidaritas, serta fokus pada ibadah.
Asisten Administrasi Umum Setda Bali, I Wayan Serinah, menegaskan pentingnya koordinasi aktif ini saat pelepasan jamaah haji di Denpasar, Sabtu (25/4). Koordinasi yang baik diharapkan dapat menjamin kelancaran seluruh rangkaian ibadah haji masyarakat Bali di Tanah Suci. Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Bali telah menyiapkan pendamping terbaik bagi 698 calon haji.
Kepala Kakanwil Kemenhaj Bali, H Mahmudi, turut menekankan pentingnya kekompakan dan kerukunan antarjamaah. Ia juga mengingatkan agar jamaah senantiasa mengikuti aturan yang berlaku, baik dari Pemerintah Indonesia maupun Pemerintah Arab Saudi. Hal ini krusial untuk menciptakan pengalaman ibadah yang aman dan tertib selama di Tanah Suci.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Koordinasi di Tengah Dinamika Geopolitik
I Wayan Serinah menyampaikan pesan Gubernur Bali agar jamaah haji senantiasa menjaga kedisiplinan dan kekompakan. Pesan ini bertujuan agar jamaah dapat fokus sepenuhnya pada ibadah haji mereka. Situasi geopolitik di Timur Tengah memerlukan kewaspadaan ekstra dari seluruh rombongan haji asal Bali.
Koordinasi yang intensif dengan tim pendamping dan petugas haji menjadi kunci utama. Hal ini akan memastikan setiap jamaah mendapatkan informasi terkini dan bantuan yang diperlukan. Kemenhaj Bali telah mempersiapkan pendampingan terbaik untuk 698 calon haji dari wilayah tersebut.
Serinah menekankan bahwa koordinasi, kedisiplinan, dan fokus pada ibadah sangat penting. Petugas Kakanwil Kemenhaj Bali telah diarahkan untuk memberikan pendampingan optimal. Tujuannya adalah agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat berjalan lancar dan aman tanpa hambatan.
Advertisement
Advertisement
Dukungan dan Pembekalan dari Kemenhaj Bali
Kepala Kakanwil Kemenhaj Bali, H Mahmudi, mengimbau jamaah untuk selalu kompak dan menjaga kerukunan. Ia juga menekankan pentingnya mematuhi semua aturan yang ditetapkan. Baik aturan dari Pemerintah Indonesia maupun Pemerintah Arab Saudi harus ditaati dengan baik.
Kakanwil Kemenhaj Bali mencatat total 698 calon haji dari wilayah setempat akan diberangkatkan. Mereka dibagi menjadi dua kloter keberangkatan untuk efisiensi perjalanan. Setiap kloter akan didampingi oleh empat petugas yang siap membantu jamaah.
Kloter 70 terdiri dari jamaah asal Badung, sebagian Denpasar, Jembrana, Klungkung, Gianyar, dan Bangli. Sementara itu, Kloter 71 mencakup jamaah dari Denpasar, Buleleng, Karangasem, dan Tabanan. Total delapan petugas akan mendampingi kedua kloter tersebut selama perjalanan ibadah haji.
Advertisement
Advertisement
Jadwal Keberangkatan dan Profil Jamaah Haji Bali
Jamaah haji asal Bali dijadwalkan berangkat dari masing-masing kabupaten/kota pada 8 Mei 2026. Selanjutnya, mereka akan masuk asrama atau embarkasi pada 9 Mei 2026. Penerbangan menuju Arab Saudi akan dilakukan pada 10 Mei 2026.
Penerbangan pertama dijadwalkan pukul 20.26 WIB, dan penerbangan kedua pada pukul 07.05 WIB. Rombongan jamaah haji Bali direncanakan tiba kembali di Indonesia pada 19 Juni 2026. Seluruh jadwal telah disusun untuk memastikan kelancaran perjalanan ibadah.
Mahmudi juga mengungkapkan data menarik mengenai calon haji tahun ini. Jamaah termuda asal Bali berusia 14 tahun berasal dari Denpasar. Sedangkan jamaah tertua berusia 88 tahun berasal dari Buleleng, menunjukkan beragamnya usia peserta ibadah haji.
Advertisement
Sumber: AntaraNews