Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa Kota Sampit, yang terletak di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, memiliki kemungkinan untuk tertutup kabut asap jika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di bagian selatan terus meluas. Hal ini menjadi perhatian karena dampaknya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat setempat.
Kepala BMKG Kotawaringin Timur, Mulyono Leo Nardo, menjelaskan bahwa penyebaran karhutla ini sangat dipengaruhi oleh angin timuran yang membawa asap ke daerah permukiman.
"Sekarang angin timuran sudah dominan. Jadi, jika karhutla terjadi di wilayah selatan, kemungkinan besar asapnya akan terbawa ke Kota Sampit, yang kami takutkan itu," kata Mulyono, dikutip dari Antara Senin (20/7/2026).
Lebih lanjut, Mulyono mengungkapkan bahwa saat ini, pola angin selama musim kemarau didominasi oleh arah timur, tenggara, dan selatan, yang berpotensi mengarahkan asap karhutla menuju area perkotaan. Oleh karena itu, masyarakat perlu waspada terhadap situasi ini, terutama mengingat data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan bahwa sebagian besar kejadian karhutla baru-baru ini terjadi di wilayah selatan.
Dia menambahkan, "Kalau kebakaran hutan dan lahan banyak di daerah selatan, asap-asap itu akan dibawa ke daerah Sampit atau ke wilayah utara mengikuti arah angin yang dominan." Dengan demikian, penting bagi semua pihak untuk memperhatikan perkembangan ini agar dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.
Advertisement
Variasi Kecepatan Angin
Mulyono menjelaskan bahwa fenomena kabut asap yang terjadi pada malam hingga pagi hari disebabkan oleh perubahan kecepatan angin. Ketika siang hari, angin bertiup lebih kencang sehingga asap dapat bergerak dan menyebar ke daerah lain dengan lebih bebas.
Namun, saat malam tiba, kondisi angin menjadi lebih tenang, yang menyebabkan pergerakan asap melambat dan dapat bertahan lebih lama di suatu tempat. Penjelasan ini menjadi kunci untuk memahami situasi di Kotim, terutama di Kota Sampit, dalam beberapa waktu terakhir. Pada dini hari hingga pagi, wilayah tersebut sering kali diselimuti kabut akibat asap yang tebal.
"Kalau malam hari anginnya cenderung lebih tenang, sehingga asap itu menetap di situ dan tidak bisa bergerak ke mana-mana. Itu sebabnya kabut asap sering terlihat lebih pekat pada malam sampai pagi hari," ungkapnya.