Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) memperkuat manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk meningkatkan kompetensi, kinerja, dan integritas pegawai.
AHY mengatakan, pengembangan ASN dilakukan melalui pendidikan, pelatihan, coaching, mentoring, hingga penugasan. Upaya ini tidak hanya meningkatkan kemampuan individu, tetapi juga mendorong kolaborasi dalam mendukung pembangunan infrastruktur.
"Kita ingin memastikan kinerjanya, performancenya di lapangan, termasuk dalam berbagai urusan administratif itu juga terus meningkat," kata AHY usai kegiatan ekspose manajemen talenta di kantor Pusat BKN, Selasa (6/10).
AHY menjelaskan, manajemen talenta juga menggunakan sistem nine-box talent matrix untuk memetakan pegawai berdasarkan potensi dan kinerja. Melalui pemetaan ini, ASN dapat memperoleh pengembangan sesuai kemampuan dan kebutuhan organisasi.
Pegawai dengan potensi tinggi tetapi kinerja yang belum optimal dapat didorong untuk meningkatkan produktivitas. Sementara itu, pegawai berkinerja baik juga dinilai potensi pengembangannya agar penempatan jabatan lebih tepat sasaran.
Advertisement
BKN Petakan Talenta untuk Pengisian Jabatan
Sementara itu, Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, pemetaan talenta di Kemenko Infrastruktur dilakukan untuk menyiapkan ASN mengisi berbagai jenjang jabatan, mulai dari eselon I hingga eselon IV, termasuk jabatan fungsional dan pelaksana.
Menurut Zudan, kompetensi dan rekam jejak menjadi pertimbangan dalam pengembangan karier ASN. Namun, integritas tetap menjadi syarat utama untuk menduduki jabatan strategis.
"Tidak ada kekosongan dari ASN untuk duduk dalam jabatan. Semuanya bisa kita latih, rekam jejaknya bisa diperkuat, kompetensinya bisa diperkuat, dan integritas harga mati untuk bisa duduk dalam jabatan struktural, jabatan yang kritikal," kata Zudan.