Seleksi Petugas Haji 2026, 3.220 Tenaga Kesehatan Ikuti Ujian CAT BKN

Sebanyak 3.220 calon petugas haji dari unsur tenaga kesehatan mengikuti ujian CAT di 34 lokasi BKN. Ini menjadi tahap awal seleksi petugas haji yang profesional

Arthur Gideon
Oleh Arthur Gideon - Reporter
Seleksi Petugas Haji 2026, 3.220 Tenaga Kesehatan Ikuti Ujian CAT BKN
Kementerian Agama menggelar seleksi petugas haji 2026 melalui empat tahap, mulai administrasi hingga diklat selama 30 hari. (Dok haji.go.id)

Sebanyak 3.220 calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dari unsur tenaga kesehatan mengikuti ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) secara serentak pada Senin (31/8/2026). Ujian ini diselenggarakan di 34 titik lokasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai bagian dari tahapan seleksi petugas haji.

Kasubdit Penyiapan, Pemetaan, dan Rekrutmen Petugas Haji, Ihsan Faisal, menjelaskan bahwa proses rekrutmen dilaksanakan dengan standar ketat untuk menjaring petugas yang profesional dan amanah. Peran petugas sangat krusial dalam memberikan pelayanan optimal kepada jemaah selama berada di Tanah Suci.

Ihsan menegaskan, "Petugas haji adalah ujung tombak pelayanan ke jemaah. Sesuai arahan pimpinan, proses rekrutmen harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan profesional sejak tahap awal untuk memastikan petugas yang dihasilkan betul-betul siap melayani," ujar Ihsan dalam keterangan tertulis, Senin (31/8/2026). Rekrutmen ini mencakup empat tahapan, mulai dari verifikasi administrasi, ujian CAT, pemeriksaan kesehatan, hingga pendidikan dan pelatihan.

Tahapan Lanjutan: MCU hingga Pendidikan Intensif

Peserta yang berhasil melewati ujian CAT dijadwalkan akan diumumkan hasilnya pada 1 September 2026. Bagi mereka yang lolos, tahap selanjutnya adalah menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh atau Medical Check-Up (MCU) yang berlangsung pada 3 hingga 8 September 2026.

Hasil dari pemeriksaan kesehatan tersebut nantinya akan melalui proses verifikasi dan validasi sebelum ditetapkan siapa saja yang berhak melangkah ke tahap akhir. "Sesuai timeline, hasil ujian CAT diumumkan besok, 1 September. Setelah itu peserta melanjutkannya ke proses MCU pada 3 hingga 8 September. Hasil MCU tersebut nantinya diverifikasi dan divalidasi kembali untuk menetapkan calon peserta yang berhak mengikuti diklat," ujar Ihsan.

Setelah dinyatakan memenuhi syarat, calon petugas akan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH selama 30 hari secara intensif. Program ini bertujuan membekali calon petugas dengan kesiapan fisik, mental, serta kemampuan tata kelola pelayanan sebelum bertugas di Tanah Suci guna memenuhi kebutuhan formasi di setiap kelompok terbang.

Komposisi Petugas dalam Kelompok Terbang

Berdasarkan regulasi terbaru, setiap kelompok terbang (kloter) akan didampingi oleh empat orang petugas. Formasi ini terdiri dari dua petugas kesehatan dan dua petugas non-kesehatan yang bertugas memastikan kelancaran ibadah jemaah.

"Untuk petugas kesehatan di kloter ada 2 orang, biasanya terdiri dari 1 dokter dan 1 perawat. Ditambah lagi petugas non-kesehatan, yaitu ketua kloter dan pembimbing ibadah. Jadi total ada 4 orang petugas dalam satu kloter," jelasnya. Melalui rangkaian seleksi yang komprehensif ini, pemerintah menargetkan terpilihnya petugas haji yang tangguh, responsif, serta mampu memberikan pelayanan prima kepada jemaah.

Rekomendasi