Kisah Haru di Balik Swafoto Terakhir Keluarga Dokter Sebelum Tragedi Air India di Ahmedabad

Tragedi ini merenggut nyawa 241 dari 242 penumpang dan awak pesawat, termasuk sebuah keluarga dokter yang penuh harapan.

Dwi Zain Musofa
Oleh Dwi Zain Musofa - Reporter
Kisah Haru di Balik Swafoto Terakhir Keluarga Dokter Sebelum Tragedi Air India di Ahmedabad
Dr. Pratik Joshi dan Dr. Komi Vyas, bersama ketiga anak mereka, meninggal dalam kecelakaan penerbangan Air India tak lama setelah lepas landas dari Ahmedabad. (Foto: Facebook) (Facebook.com)

Pesawat Air India AI171 yang terbang dari Ahmedabad menuju London Gatwick mengalami kecelakaan maut sesaat setelah lepas landas pada Kamis, 12 Juni 2025. Tragedi ini merenggut nyawa 241 dari 242 penumpang dan awak pesawat, termasuk sebuah keluarga dokter yang penuh harapan.

Sebelum penerbangan, keluarga ini mengabadikan swafoto terakhir mereka yang penuh senyuman, tak menyadari bahwa momen itu menjadi kenangan terakhir mereka.

Memutuskan Menetap Di London Setelah 6 Tahun LDR, Namun Takdir Berkata Lain

Dr. Pratik Joshi dan Dr. Komi Vyas, bersama ketiga anak mereka, meninggal dalam kecelakaan penerbangan Air India tak lama setelah lepas landas dari Ahmedabad.
Dr. Pratik Joshi dan Dr. Komi Vyas, bersama ketiga anak mereka, meninggal dalam kecelakaan penerbangan Air India tak lama setelah lepas landas dari Ahmedabad. (Foto: Facebook) Facebook.com

Dr. Pratik Joshi telah tinggal di London selama enam tahun, membangun karier dan merencanakan masa depan untuk keluarganya. Istrinya, Dr. Komi Vyas, seorang dokter yang dihormati di Pacific Hospital di Udaipur, mengundurkan diri hanya dua hari sebelum perjalanan untuk akhirnya bersatu kembali dengan keluarganya di luar negeri, seperti dilansir dari Mint, Jumat (13/6).

Pasangan dokter ini bersiap memulai babak baru kehidupan mereka di London. Bersama tiga anak mereka—putri berusia delapan tahun, Miraya, dan anak kembar berusia lima tahun, Pradyut dan Nakul. Sebelum pesawat melakukan take-off, keluarga ini mengambil swafoto di dalam pesawat. Dalam foto yang dibagikan di media sosial, Komi dan Pratik tersenyum di satu sisi lorong, sementara ketiga anak mereka tampak ceria di sisi lain.

“Mereka sangat bahagia, sudah mempersiapkan kepindahan ini selama sebulan,” ungkap Nayan Joshi, sepupu Pratik, kepada Business Today. Namun, hanya 33 detik setelah lepas landas, pesawat Boeing 787-8 Dreamliner itu jatuh di kawasan Meghaninagar, Ahmedabad, menabrak asrama mahasiswa kedokteran BJ Medical College, menyebabkan kobaran api besar dan kerusakan parah.

Dampak Tragedi Kecelakaan Pesawat Air India AI171

Kecelakaan ini menewaskan sedikitnya 265 orang, termasuk 241 penumpang dan awak pesawat serta 24 orang di darat, menjadikannya salah satu bencana penerbangan terburuk dalam satu dekade. Dari 242 orang di dalam pesawat, hanya satu penumpang, Vishwash Kumar Ramesh, yang selamat karena duduk di dekat pintu darurat.

Pesawat yang membawa 169 warga India, 53 warga Inggris, tujuh warga Portugal, dan satu warga Kanada ini dipiloti oleh Kapten Sumeet Sabharwal, yang sempat mengirimkan sinyal darurat “Mayday” sebelum kehilangan kontak dengan menara pengawas.

Tata Group, induk perusahaan Air India, mengumumkan kompensasi sebesar 10 juta rupee (sekitar Rp1,7 miliar) untuk keluarga korban dan akan menanggung biaya pengobatan bagi yang terluka.

Perdana Menteri Narendra Modi mengunjungi lokasi kecelakaan dan bertemu dengan survivor di Rumah Sakit Sipil Ahmedabad, sementara tim dari Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS bersiap membantu investigasi. Air India juga telah mendirikan pusat bantuan di bandara Gatwick, Mumbai, Delhi, dan Ahmedabad untuk mendukung keluarga korban.

Rekomendasi