Korban Tewas Kecelakaan Air India Dapat Kompensasi Rp1,8 Miliar
Di antara para penumpang, 169 orang adalah warga India, 53 orang Inggris, tujuh orang Portugis, dan satu orang Kanada.
Tata Group, pemilik Air India mengumumkan bahwa setiap keluarga korban kecelakaan yang meninggal dunia akan menerima santunan sebesar Rs 1 crore (£86,000) atau setara Rp1,89 miliar. Pengumuman ini disampaikan setelah sesaat pesawat Boeing 787-8 Dreamliner yang mengangkut 242 orang jatuh di sekitar Ahmedabad saat akan bertolak ke London Gatwick.
Di antara para penumpang, 169 orang adalah warga India, 53 orang Inggris, tujuh orang Portugis, dan satu orang Kanada. Tata Group juga berjanji akan membayar biaya medis bagi mereka yang terluka dan mendukung pembangunan kembali asrama BJ Medical, yang runtuh akibat tertimpa badan pesawat.
Noel Tata, pemilik utama Tata Group, menyampaikan kesedihan mendalam atas kecelakaan tersebut. Ia mengaku ikut bersedih atas peristiwa tragis dalam dunia penerbangan nasional.
"Kami sangat berduka atas kecelakaan tragis ini. Insiden yang menyayat hati ini telah membawa duka yang mendalam bagi banyak keluarga, dan pikiran kami tertuju kepada semua orang yang telah kehilangan orang yang mereka cintai," ucap Noel dilansir The Times of India, Jumat (13/6).
Baginya ini adalah kecelakaan serius pertama Air India sejak maskapai itu dibeli oleh Tata Group dari pemerintah India pada tahun 2022. Boeing 787-8 mulai terbang dengan Air India pada tahun 2014.
Sinyal Pesawat Hilang Setelah Lepas Landas
Menurut FlightRadar24, sinyal pesawat itu hilang kurang dari satu menit setelah lepas landas. Ketinggian terakhir yang tercatat adalah 625 kaki.
Sebelum jatuh, pesawat itu mengirimkan panggilan mayday tetapi berhenti merespons setelahnya. Situs web Air India mengatakan maskapai itu mengoperasikan lebih dari 190 pesawat, termasuk 58 pesawat Boeing.
Tim penyelamat menemukan 204 jenazah, dan 41 orang telah dirawat karena luka-luka. Menurut polisi Ahmedabad, seorang penumpang Inggris selamat dan beberapa penduduk setempat mungkin telah meninggal karena pesawat jatuh di dekatnya.