Tahukah Anda? Mayoritas Harga Pangan Nasional Turun, Cabai Rawit di Rp44 Ribu/Kg
Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan mayoritas Harga Pangan Nasional mengalami penurunan signifikan, termasuk cabai rawit dan bawang merah. Apa saja komoditas lain yang ikut turun?
Badan Pangan Nasional (Bapanas) baru-baru ini merilis data terbaru yang menunjukkan tren penurunan harga pada sejumlah komoditas pangan pokok di tingkat pedagang eceran secara nasional. Penurunan ini memberikan angin segar bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga yang kerap terjadi.
Data yang dihimpun per Minggu, 12 Oktober, pukul 10.20 WIB, mengindikasikan bahwa beberapa bahan makanan esensial seperti cabai rawit merah dan bawang merah mengalami koreksi harga yang cukup berarti. Informasi ini bersumber langsung dari Panel Harga Bapanas di Jakarta, yang secara rutin memantau pergerakan harga.
Penurunan harga ini diharapkan dapat menjaga stabilitas daya beli masyarakat serta menekan laju inflasi, khususnya pada sektor pangan. Perkembangan ini menjadi perhatian utama pemerintah dalam upaya menjaga ketahanan pangan nasional.
Penurunan Harga Bumbu Dapur Utama
Komoditas bumbu dapur yang menjadi perhatian utama, yakni cabai rawit merah, tercatat mengalami penurunan harga yang signifikan. Dari sebelumnya Rp45.745 per kilogram, kini harganya menjadi Rp44.652 per kilogram.
Tidak hanya cabai rawit, bawang merah juga menunjukkan tren serupa, turun dari Rp38.539 menjadi Rp38.408 per kilogram. Penurunan ini tentu disambut baik oleh konsumen dan pelaku usaha kuliner, mengingat kedua komoditas ini sangat vital dalam masakan sehari-hari.
Selain itu, cabai merah keriting juga mengalami koreksi harga dari Rp58.660 menjadi Rp55.662 per kilogram. Cabai merah besar pun ikut turun dari Rp51.160 menjadi Rp49.347 per kilogram, melengkapi daftar bumbu dapur yang harganya lebih terjangkau.
Bawang putih bonggol juga tidak luput dari penurunan, di mana harganya kini Rp36.689 per kilogram dari sebelumnya Rp37.060 per kilogram. Stabilitas harga pada komoditas ini sangat penting untuk menjaga biaya produksi makanan.
Stabilitas Harga Beras dan Jagung
Sektor pangan pokok seperti beras juga menunjukkan pergerakan harga yang cenderung stabil bahkan menurun. Beras premium tercatat di harga Rp15.923 per kilogram, sedikit turun dari Rp15.924 per kilogram.
Beras medium juga mengalami penurunan dari Rp13.809 menjadi Rp13.712 per kilogram. Sementara itu, beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) turun tipis dari Rp12.527 menjadi Rp12.495 per kilogram, menunjukkan upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan.
Komoditas jagung untuk peternak juga tercatat turun menjadi Rp6.681 per kilogram dari Rp6.685 per kilogram. Kedelai biji kering impor juga mengalami penurunan harga dari Rp10.697 menjadi Rp10.603 per kilogram, yang berdampak positif pada industri tahu dan tempe.
Dinamika Harga Protein Hewani dan Minyak Goreng
Pada kategori protein hewani, daging sapi murni sedikit naik menjadi Rp134.996 per kilogram dari Rp135.059 per kilogram. Namun, daging ayam ras justru mengalami kenaikan dari Rp37.841 menjadi Rp38.217 per kilogram.
Telur ayam ras, salah satu sumber protein terjangkau, tercatat turun tipis dari Rp30.302 menjadi Rp30.282 per kilogram. Sementara itu, daging kerbau beku impor juga turun signifikan menjadi Rp102.373 per kilogram dari Rp105.610 per kilogram, dan daging kerbau segar lokal turun menjadi Rp139.423 per kilogram dari Rp140.778 per kilogram.
Untuk minyak goreng, terdapat variasi pergerakan harga. Minyak goreng kemasan naik tipis menjadi Rp20.893 per liter dari Rp20.892 per liter, dan minyak goreng curah naik menjadi Rp17.531 per liter dari Rp17.495 per liter. Namun, Minyakita justru turun dari Rp17.433 menjadi Rp17.261 per liter.
Komoditas Lain yang Mengalami Perubahan
Gula konsumsi menunjukkan penurunan harga dari Rp18.019 menjadi Rp17.964 per kilogram. Tepung terigu juga mengalami penurunan, baik untuk jenis curah maupun kemasan, yang tentunya meringankan beban industri makanan dan rumah tangga.
Tepung terigu curah turun dari Rp9.731 menjadi Rp9.664 per kilogram, sedangkan tepung terigu kemasan turun dari Rp12.942 menjadi Rp12.829 per kilogram. Ini menunjukkan stabilitas pada bahan baku penting untuk berbagai produk makanan.
Pada sektor perikanan, harga ikan kembung sedikit naik menjadi Rp41.911 per kilogram dari Rp41.797 per kilogram. Namun, ikan tongkol dan ikan bandeng justru mengalami penurunan harga, masing-masing menjadi Rp34.198 per kilogram dan Rp34.225 per kilogram.
Terakhir, garam konsumsi juga tercatat turun dari Rp11.545 menjadi Rp11.246 per kilogram. Fluktuasi harga ini mencerminkan dinamika pasar yang terus bergerak, namun secara keseluruhan menunjukkan tren positif untuk Harga Pangan Nasional.
Sumber: AntaraNews