Pemerintah Pastikan Jaga Harga Pangan dari Dampak Fluktuasi Harga Plastik
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga pangan, terutama beras dan gula, dari dampak fluktuasi harga plastik yang berpotensi membebani masyarakat.
Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga pangan di tengah fluktuasi harga plastik. Upaya ini bertujuan melindungi daya beli masyarakat serta memastikan pasokan nasional tetap aman.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan bahwa isu kekurangan pasok biji plastik telah dibahas secara intensif. Diskusi tersebut melibatkan berbagai pihak untuk menghitung dampak kenaikan harga plastik per kilogram terhadap komoditas pokok seperti beras dan gula.
Fluktuasi harga plastik ini, yang dipicu oleh gejolak geopolitik, berpotensi memengaruhi pelaku usaha pangan strategis. Informasi yang dihimpun Bapanas menunjukkan bahwa sektor beras dan gula cukup terdampak karena ketergantungan pada kemasan karungan.
Penyebab dan Implikasi Fluktuasi Harga Plastik
Gejolak geopolitik global menjadi pemicu utama distorsi pasokan bahan baku plastik, yang kemudian merambat ke sektor pangan. Biji plastik, yang merupakan hasil sampingan dari pengolahan minyak bumi, banyak bersumber dari wilayah Timur Tengah.
Kenaikan harga biji plastik ini secara langsung berdampak pada biaya produksi pangan. Pelaku usaha di bidang beras melaporkan potensi kenaikan harga sekitar Rp350 per kilogram, sementara untuk gula, dampaknya mencapai Rp150 per kilogram.
Angka ini, menurut Astawa, cukup signifikan dan harus diantisipasi pemerintah agar tidak membebani konsumen. Pemerintah bertekad menjaga agar dampak fluktuasi harga plastik ini tidak semakin meluas dan memicu kenaikan harga pangan yang tidak terkendali.
Strategi Pemerintah Menjaga Stabilitas Harga Pangan
Bapanas telah menyerap aspirasi dari para pelaku usaha sektor beras dan gula untuk memahami secara langsung dampak fluktuasi harga plastik. Koordinasi intensif akan terus dilakukan dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk memastikan ketersediaan suplai plastik bagi sektor pangan.
Meskipun ada fluktuasi, pemantauan harga oleh Bapanas menunjukkan bahwa perkembangan rata-rata harga beras dan gula dalam sebulan terakhir masih dalam rentang yang wajar. Kenaikan harga tidak sampai mencapai 5 atau 10 persen, menunjukkan upaya stabilisasi yang efektif.
Per 16 April, rata-rata harga beras medium terpantau masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) di sebagian besar zona. Fluktuasi harga beras medium di Zona 1 hanya sekitar 0,01 persen, Zona 2 sebesar 0,27 persen, dan Zona 3 naik 0,65 persen.
Sementara itu, rata-rata harga gula secara nasional mencatatkan fluktuasi, dengan kenaikan 2,06 persen di wilayah selain Indonesia Timur. Namun, di Indonesia Timur, harga gula justru mengalami penurunan 1,22 persen dalam sebulan terakhir.
Jaminan Pasokan dan Mitigasi Industri
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sebelumnya telah memfasilitasi pertemuan antara berbagai pihak dalam industri plastik, mulai dari hulu hingga hilir. Pertemuan ini bertujuan membahas kondisi terkini serta merumuskan langkah mitigasi bersama menghadapi isu pasokan.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan dari hasil pertemuan tersebut, industri memberikan jaminan bahwa stok plastik seharusnya tidak menjadi masalah. Pernyataan ini memberikan sedikit kelegaan di tengah kekhawatiran pasokan.
Menperin menambahkan, "Saya garisbawahi kata seharusnya, karena pemerintah tetap akan terus memantau perkembangan situasi global secara cermat yang berdampak terhadap produksi dan stok subsektor ini.” Hal ini menunjukkan kewaspadaan pemerintah terhadap dinamika pasar global.
Pemerintah berencana mengadakan rapat besar dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mencari solusi komprehensif. Langkah ini penting untuk mencegah koreksi harga yang signifikan akibat fluktuasi harga plastik dan menjaga daya beli masyarakat.
Sumber: AntaraNews