Bapanas Perkuat Intervensi Pangan Jelang Lebaran 2026, Pastikan Stok Aman
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat berbagai program intervensi pangan jelang Lebaran 2026 untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat intervensi pangan bersama mitra untuk menjaga stabilitas harga pokok strategis selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan komitmen pemerintah. Program ini memastikan ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Berbagai program intervensi telah dan akan terus dilaksanakan hingga Idul Fitri, yang diperkirakan jatuh pada 20 atau 21 Maret 2026. Ini mencakup Gerakan Pangan Murah (GPM) dan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Mobilisasi stok melalui Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) juga menjadi fokus utama.
Selain itu, bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng disalurkan kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Penyaluran ini dilakukan secara bertahap oleh Perum Bulog sejak 9 Maret 2026. Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan stok pangan nasional aman dan memadai.
Strategi Bapanas Jaga Stabilitas Harga Pangan
Pelaksanaan program intervensi pangan ini merupakan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, dan asosiasi pelaku usaha pangan. Tujuannya adalah menghadirkan akses pangan dengan harga terjangkau di banyak titik lokasi se-Indonesia. Kolaborasi ini penting untuk mencapai tujuan stabilitas pangan.
Bapanas mencatat realisasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara nasional hingga pertengahan Maret mencapai 789 kali. Kegiatan ini tersebar di 24 provinsi dan 153 kabupaten/kota. GPM khusus juga digelar untuk menyediakan daging ayam beku berkualitas premium dengan harga sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP).
GPM khusus daging ayam beku tersedia di lebih dari 1.200 outlet di 17 provinsi dan akan berlangsung hingga sehari sebelum Idul Fitri. Program ini hasil kerja sama Bapanas dengan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia, dan PT Malindo Feedmill Tbk. Masyarakat dapat mengakses informasi lokasi melalui tautan khusus yang disediakan.
Stabilisasi harga daging ruminansia juga didorong melalui GPM khusus. Bapanas bekerja sama dengan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Berdikari. Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengendalikan harga komoditas penting.
Program Intervensi Unggulan Menjelang Lebaran
Deputi Ketut Astawa menjelaskan, hingga pertengahan Maret, realisasi penjualan beras SPHP telah mencapai 19,5 ribu ton. Untuk SPHP beras tahun 2026, masyarakat sebagai konsumen dapat membeli maksimal 5 kemasan ukuran 5 kilogram. Alternatif kemasan 2 kg juga tersedia dengan pembelian maksimal 2 kemasan.
Realisasi Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) sampai Maret telah mencapai 13.916 kg. Komoditas yang didistribusikan meliputi cabai rawit merah 5.590 kg, sapi hidup 5.126 kg, beras 2.000 kg, dan Minyakita 1.200 liter. Program ini menyasar daerah defisit pangan.
Daerah defisit yang menjadi tujuan FDP antara lain Kabupaten Mahakam Ulu Kalimantan Timur, Pasar Induk Kramat Jati Jakarta, Lombok Tengah dan Lombok Timur Nusa Tenggara Barat, hingga Kepulauan Riau. Distribusi ini penting untuk pemerataan pasokan dan harga.
Bantuan pangan beras dan minyak goreng telah didistribusikan kepada 232.076 KPM per 14 Maret. Secara kuantitatif, 4,64 juta kg beras dan 928,3 ribu liter minyak goreng telah diserahterimakan. Ini menunjukkan upaya masif pemerintah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Proyeksi Ketersediaan Pangan Nasional Aman
Bapanas memproyeksikan ketersediaan beras nasional hingga akhir April diperkirakan dapat mencatat surplus 17,2 juta ton. Komoditas jagung juga diproyeksikan surplus 4,8 juta ton. Minyak goreng secara nasional mencatatkan surplus 3,5 juta ton.
Daging ayam juga mencatatkan surplus 727 ribu ton sampai April. Gula konsumsi surplus 595 ribu ton. Telur ayam surplus 349 ribu ton. Ini menunjukkan kondisi pasokan yang sangat baik dan memadai.
Sementara itu, cabai rawit, cabai besar, dan bawang merah masing-masing surplus 105 ribu ton, 74 ribu ton, dan 57 ribu ton. Kesembilan jenis pangan tersebut sepenuhnya dipasok dari produksi dalam negeri. Kondisi ini memberikan jaminan ketersediaan yang kuat.
Sebelumnya, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, telah melaporkan kondisi stabilitas pangan kepada Presiden Prabowo Subianto. Beliau menegaskan bahwa stok 11 komoditas strategis cukup baik, bahkan sangat baik, khususnya beras, sehingga sektor pangan aman.
Sumber: AntaraNews