Bapanas Perkuat Stabilitas Pangan Jelang Ramadhan Lewat Gerakan Pangan Murah di 514 Daerah
Badan Pangan Nasional (Bapanas) gencar menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 514 kabupaten/kota untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan jelang Ramadhan 1447 H, memastikan masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) aktif menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Inisiatif ini bertujuan utama untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H. Langkah strategis ini diambil guna memastikan masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Kepala Bapanas, yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pasokan dan stok pangan saat ini dalam kondisi aman. Kondisi ini memungkinkan pelaksanaan GPM berjalan lancar, sehingga masyarakat bisa memperoleh pangan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. GPM dipusatkan di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta pada Jumat (13/2).
Pelaksanaan GPM ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menstabilkan harga pangan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Tahun Baru Imlek dan Hari Raya Nyepi, hingga puncak Ramadhan dan Idul Fitri. Bapanas bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan BUMN pangan seperti Perum Bulog, untuk efektivitas distribusi.
Sinergi Lintas Sektor Perkuat Gerakan Pangan Murah
Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diinisiasi Bapanas tidak berjalan sendiri, melainkan melibatkan sinergi kuat dari berbagai pihak. Pemerintah daerah menjadi ujung tombak dalam memastikan GPM dapat menjangkau masyarakat di tingkat lokal. Kolaborasi ini krusial untuk distribusi yang merata.
BUMN pangan, seperti Perum Bulog, memegang peran vital dalam penyediaan stok dan logistik komoditas. Kehadiran Bulog memastikan ketersediaan beras dan bahan pokok lainnya untuk disalurkan melalui GPM. Sinergi ini menjamin pasokan yang berkelanjutan.
Selain itu, aparat penegak hukum turut dilibatkan untuk mengawasi jalannya distribusi dan mencegah praktik penimbunan atau penyelewengan. Pelaku usaha juga menjadi mitra penting dalam memastikan kelancaran rantai pasok. Kerjasama ini bertujuan agar operasi pasar dan pengendalian harga berjalan efektif di seluruh wilayah.
Dengan dukungan berbagai elemen ini, Bapanas optimis GPM mampu menekan gejolak harga. Upaya kolektif ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat selama periode Ramadhan. Stabilitas harga menjadi prioritas utama pemerintah.
Stok Pangan Nasional Aman, Beras Capai Rekor Tertinggi
Ketersediaan stok pangan nasional menjadi fokus utama pemerintah dalam menghadapi peningkatan permintaan jelang Ramadhan. Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa stok beras nasional mencapai 3,4 juta ton. Angka ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah, khususnya pada bulan Februari 2026.
Dengan cadangan beras pemerintah (CBP) yang kuat, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan beras. Diperkuat pula dengan cadangan program SPHP sekitar 1,5 juta ton, pasokan beras sangat memadai. Masyarakat dapat membeli beras SPHP dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram.
Selain beras, pemerintah juga mencatat ketersediaan komoditas penting lainnya. Stok minyak goreng mencapai sekitar 700.000 ton dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. Harga acuan untuk daging ayam ditetapkan Rp40.000 per kilogram, sementara daging sapi Rp140.000 per kilogram.
Melalui GPM, komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, aneka cabai, dan telur disalurkan kepada masyarakat. Penyaluran ini dilakukan dengan harga terjangkau. Tujuannya adalah menekan gejolak pasar dan menjaga daya beli masyarakat di berbagai daerah.
Pengawasan Ketat dan Harapan Stabilitas Harga
Untuk memastikan efektivitas GPM dan mencegah praktik curang, pengawasan distribusi diperkuat secara menyeluruh. Bapanas bekerja sama dengan Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan. Fokus pengawasan ditujukan pada produsen dan distributor.
Pengawasan ketat ini bertujuan memastikan pasokan pangan lancar dari hulu ke hilir. Selain itu, harga jual di tingkat konsumen harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Langkah ini krusial untuk menjaga integritas pasar menjelang Ramadhan.
Bapanas berharap pelaksanaan GPM serentak di 514 kabupaten dan kota ini mampu menjaga stabilitas pangan secara signifikan. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional secara keseluruhan. Hal ini juga memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.
Dengan demikian, masyarakat di seluruh Indonesia dapat menjalani bulan Ramadhan dengan tenang. Ketersediaan dan keterjangkauan pangan menjadi jaminan dari pemerintah. Upaya ini merupakan komitmen Bapanas dalam melayani kebutuhan dasar masyarakat.
Sumber: AntaraNews