Bulog dan Polda Jateng Sediakan Puluhan Ton Beras untuk Gerakan Pangan Murah Jelang Lebaran
Perum Bulog bersama Polda Jawa Tengah kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai wilayah, menyediakan 78,6 ton beras dan kebutuhan pokok lainnya untuk meringankan beban masyarakat jelang Lebaran.
Perum Bulog bersama Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah secara serentak menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai wilayah provinsi tersebut pada Jumat. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri. Inisiatif ini merupakan wujud komitmen Bulog dan Polda Jawa Tengah dalam membantu masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau.
Dalam pelaksanaan GPM kali ini, Bulog dan Polda Jawa Tengah menyediakan beragam komoditas pangan esensial. Sebanyak 78,6 ton beras dan 11,2 ribu liter minyak goreng disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, GPM juga menyediakan 835 kg telur serta 1.448 kg gula pasir yang dapat dibeli masyarakat.
Wakapolda Jawa Tengah, Brigjen Pol. Latief Usman, menjelaskan bahwa kegiatan ini menargetkan 7.800 orang penerima manfaat pada hari ini. Penyelenggaraan GPM ini menjadi langkah konkret dari Polda Jawa Tengah dan Bulog untuk meringankan beban masyarakat yang akan merayakan Lebaran, memastikan mereka dapat merayakan hari besar dengan kebutuhan pangan yang tercukupi.
Ketersediaan Pangan dan Target Penerima Manfaat GPM
Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diinisiasi oleh Bulog dan Polda Jawa Tengah menyediakan pasokan pangan dalam jumlah signifikan. Total 78,6 ton beras disiapkan untuk didistribusikan, bersama dengan 11,2 ribu liter minyak goreng. Komoditas lain seperti 835 kg telur dan 1.448 kg gula juga tersedia untuk dibeli masyarakat.
Brigjen Pol. Latief Usman menegaskan bahwa target penerima manfaat GPM pada hari ini mencapai 7.800 orang. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Polda Jawa Tengah dan Bulog dalam mendukung masyarakat, khususnya menjelang perayaan Lebaran. Tujuannya adalah untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Penyediaan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau diharapkan dapat membantu masyarakat menghemat pengeluaran. Hal ini sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi kenaikan harga menjelang hari raya. Kolaborasi antara Bulog dan Polda Jawa Tengah ini menjadi contoh sinergi antar lembaga dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Komitmen Berkelanjutan dan Stok Pangan Jawa Tengah
Polda Jawa Tengah dan Bulog menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam program Gerakan Pangan Murah. Sepanjang tahun 2025, Polda bersama Bulog berhasil menyalurkan sekitar 52 ribu ton beras melalui program GPM, jauh melampaui target awal 11 ribu ton. Dari penyaluran tersebut, tercatat 7,4 juta orang telah merasakan manfaatnya.
Latief Usman menyatakan bahwa pada tahun 2026 ini, Polda Jawa Tengah berkomitmen untuk terus melanjutkan pelaksanaan program serupa. Tujuannya adalah untuk terus membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka. Program GPM menjadi salah satu upaya strategis untuk menstabilkan harga dan memastikan akses pangan yang merata.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Wilayah Jawa Tengah, Sri Muniati, memastikan bahwa persediaan cadangan pangan provinsi saat ini sangat memadai. Tercatat, cadangan pangan mencapai 372 ribu ton setara beras. Ia menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu panik karena cadangan pangan di Jawa Tengah cukup untuk menghadapi Hari Raya Idul Fitri. Masyarakat umum juga dapat mengakses beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) yang tersedia di pasaran.
Harga Terjangkau di Gerakan Pangan Murah
Dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, Bulog dan Polda Jawa Tengah menawarkan harga yang sangat kompetitif untuk berbagai komoditas. Hal ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama menjelang Lebaran.
- Beras SPHP dijual dengan harga Rp56.000 per 5 kg.
- Gula pasir tersedia dengan harga Rp17.500 per kg.
- Minyakita dijual seharga Rp31.000 per 2 liter.
Harga-harga ini lebih terjangkau dibandingkan harga pasar pada umumnya, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan biaya yang lebih rendah. Ketersediaan produk dengan harga stabil ini diharapkan dapat mencegah praktik penimbunan dan spekulasi harga di pasaran.
Sumber: AntaraNews