Polda Jabar Gelar Gerakan Pangan Murah, Sediakan 200 Ton Beras SPHP Jelang Lebaran 2026
Polda Jabar sukses menggelar Gerakan Pangan Murah serentak di Jawa Barat, menyediakan 200 ton beras SPHP dan komoditas lain untuk stabilisasi harga jelang Lebaran 2026.
Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) bersama Polrestabes Bandung secara serentak menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) pada Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan ini menyediakan 200 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk masyarakat. Inisiatif ini bertujuan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang perayaan Lebaran 2026 yang akan datang.
Direktur Binmas Polda Jabar, Kombes Pol Wadi Sabani, menjelaskan bahwa program GPM ini juga dilaksanakan secara serentak oleh seluruh Kepolisian Resor (Polres) di wilayah Jawa Barat. Pelaksanaan GPM merupakan bagian dari upaya nasional yang dicanangkan oleh Mabes Polri. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.
Berbagai komoditas pangan dijual dengan harga lebih rendah dari pasaran, bahkan di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Langkah strategis ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Fokus utama adalah mengantisipasi lonjakan harga yang kerap terjadi saat momen hari besar keagamaan.
Stabilisasi Harga dan Ketersediaan Pangan
Gerakan Pangan Murah yang diinisiasi Polda Jabar ini memiliki tujuan utama untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok di pasaran. Ketersediaan 200 ton beras SPHP menjadi tulang punggung program ini. Beras SPHP dikenal sebagai beras yang kualitasnya terjamin dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.
Selain beras, masyarakat juga dapat membeli berbagai komoditas pangan esensial lainnya. Minyak goreng, telur, daging ayam, dan daging sapi turut disediakan dalam jumlah memadai. Keberagaman komoditas ini memastikan masyarakat memiliki pilihan lengkap untuk memenuhi kebutuhan harian mereka.
Kombes Pol Wadi Sabani menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan ikhtiar bersama. Tujuannya adalah memitigasi potensi lonjakan harga kebutuhan pokok yang sering terjadi. Terutama selama bulan Ramadan dan menjelang Lebaran. Upaya ini menunjukkan komitmen Polri dalam menjaga daya beli masyarakat.
Peran Polri dan Dukungan Program Nasional
Kegiatan Gerakan Pangan Murah ini merupakan bentuk nyata kehadiran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di tengah masyarakat. Polri tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga aktif dalam mendukung kesejahteraan ekonomi warga. Inisiatif ini memperkuat citra Polri sebagai pelayan masyarakat.
Program GPM juga menjadi bagian integral dari dukungan terhadap program Asta Cita yang dicanangkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Asta Cita merupakan visi misi yang mencakup berbagai aspek pembangunan nasional, termasuk di dalamnya adalah ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi.
Polda Jabar sebelumnya telah beberapa kali melaksanakan program serupa. Terutama selama momentum bulan Ramadan. Pengalaman sebelumnya menjadi modal penting dalam menyelenggarakan GPM kali ini. Hal ini memastikan pelaksanaan yang lebih terstruktur dan efektif.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Distribusi Lancar
Keberhasilan Gerakan Pangan Murah ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor yang kuat. Polda Jabar bekerja sama dengan berbagai pihak strategis. Kemitraan ini memastikan ketersediaan dan distribusi bahan pangan berjalan lancar dan tepat sasaran.
Perum Bulog menjadi salah satu mitra utama dalam penyediaan beras SPHP. Bulog memiliki peran vital dalam stabilisasi pasokan dan harga pangan nasional. Selain itu, sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga turut berkontribusi aktif. Dukungan ini memperkuat kapasitas distribusi program.
Dinas perdagangan setempat serta berbagai pemangku kepentingan lainnya juga terlibat aktif. Keterlibatan mereka mencakup aspek logistik, pengawasan harga, hingga sosialisasi kepada masyarakat. Sinergi ini memastikan bahwa manfaat GPM dapat dirasakan secara luas oleh warga Jawa Barat.
Sumber: AntaraNews