Perum Bulog bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat sinergi melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang masif. Inisiatif ini bertujuan memperluas jangkauan distribusi pangan ke seluruh pelosok negeri. Langkah strategis ini juga untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan upaya bersama. Tujuannya adalah memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat luas. Kegiatan GPM ini diharapkan dapat memberikan dampak positif signifikan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.
Gerakan Pangan Murah ini dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan ini melibatkan puluhan Polda dan ratusan Polres di seluruh provinsi. Tujuannya adalah untuk memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas dan merata.
Advertisement
Advertisement
Rizal Ramdhani menegaskan, "Sinergi antara Bulog dan Polri melalui Gerakan Pangan Murah ini merupakan upaya bersama untuk memperluas jangkauan distribusi pangan sekaligus menjaga stabilitas harga di masyarakat." Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu. Komitmen Bulog adalah untuk terus memastikan ketersediaan pangan yang memadai.
Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dedi Prasetyo turut menegaskan dukungan penuh Polri. Pihaknya mendukung upaya stabilisasi pangan melalui penyelenggaraan GPM di berbagai wilayah. "Gerakan Pangan Murah ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung stabilitas pangan nasional sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," ujar Wakapolri.
Pelaksanaan GPM ini diperkirakan akan menjangkau sekitar 295 ribu penerima manfaat. Mereka berasal dari berbagai kalangan masyarakat di seluruh Indonesia. Kegiatan ini melibatkan 36 Polda dan 510 Polres, menunjukkan skala operasi yang sangat luas. Wakapolri bahkan melakukan dialog interaktif secara daring dengan Polda jajaran untuk memantau pelaksanaan GPM di daerah.
Advertisement
Advertisement
Gerakan Pangan Murah ini menargetkan berbagai lapisan masyarakat sebagai penerima manfaat. Buruh, pengemudi ojek online, dan masyarakat umum lainnya menjadi prioritas utama. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa bantuan pangan ini sampai kepada mereka yang paling membutuhkan. Hal ini sekaligus mengurangi beban ekonomi menjelang hari raya.
Berbagai komoditas pangan pokok disediakan dalam GPM dengan harga yang terjangkau. Masyarakat dapat membeli beras SPHP dengan harga Rp11.000/kg, dengan pembelian maksimal dua kemasan 5 kg per orang. Selain itu, tersedia gula pasir seharga Rp17.000/kg, minyak goreng Rp15.000/liter, dan tepung terigu Rp11.500/kg. Ketersediaan komoditas ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan meringankan beban ekonomi.
Setelah dialog daring, Wakapolri dan rombongan melakukan peninjauan langsung. Mereka melihat distribusi bahan pangan di tenda pelaksanaan Gerakan Pangan Murah. Peninjauan ini memastikan bahwa proses distribusi berjalan lancar dan sesuai target. Bulog dan Polri berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Ini juga akan memperkuat stabilitas pangan nasional menjelang Idul Fitri.
Advertisement
Sumber: AntaraNews