Sejumlah siswa di SMAN 1 Purwakarta melakukan aksi tak terpuji dengan cara mengolok-olok dan mengacungkan jari tengah kepada gurunya. Aksi para murid itu terekam sebuah kamera dan viral di media sosial.
Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta, Purwanto, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Kamis (16/4) lalu. Saat itu, murid-murid baru saja rampung menyelesaikan pelajaran mengenai kebhinekaan.
"Kronologinya mereka telah selesai pelajaran kebhinekaan, soal aneka makanan yang diolah oleh mereka berdasarkan penuturan kepala sekolah. Lalu setelah itu terjadi aksi yang tidak terpuji dari anak-anak itu," kata dia saat dikonfirmasi pada Sabtu (18/4).
Setelah itu, murid-murid yang terlibat dan orang tuanya langsung dipanggil oleh pihak sekolah. Mereka akhirnya mengakui dan menyesali perbuatannya. Sebagai sanksi, pihak sekolah bakal melakukan pembinaan terhadap murid-murid yang terlibat. Belum dijelaskan sanksi yang dikenakan terhadap murid-murid tersebut.
"Anaknya menyesal ya kemudian sekolah melakukan langkah untuk pembinaan. Kejadiannya itu hari Kamis kemarin. Itu kelas IX IPS. Ada 9 siswa yang melakukan," ucap dia.
Advertisement
Motif Masih Diselidiki
Purwanto tak mengetahui alasan murid-murid itu mengolok-olok guru yang diketahui bernama Atum. Ke depan, dia mengharapkan peristiwa serupa tak terulang kembali. Orang tua harus melakukan pengawasan yang lebih ketat kepada anak-anaknya.
Advertisement
Imbau Pendekatan Orangtua
"Anak-anak kita tumbuh dalam lingkungan yang berbeda dengan dulu, maka saya mengimbau cara pendekatan dari orang tua, sekolah dalam mendidik anak-anaknya agar waspada betul," kata dia.
"Anak tumbuh tidak hanya di ruang sekolah sekarang, di ruang kelas, tapi juga di ruang digital, di lingkungan rumahnya bagaimana perhatian orang tua, bagaimana proses pembelajaran di sekolah," lanjut dia.