Tahukah Anda? Harga Pangan Nasional Turun: Cabai Rawit Rp44 Ribu, Bawang Merah Rp37 Ribu
Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan penurunan signifikan pada Harga Pangan pokok seperti cabai rawit dan bawang merah, bahkan beras dan daging juga ikut turun. Penasaran detailnya?
Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan kabar gembira bagi masyarakat terkait pergerakan harga komoditas pangan utama di seluruh Indonesia. Pada data terbaru, sejumlah bahan pokok penting menunjukkan tren penurunan harga yang cukup signifikan di tingkat pedagang eceran. Penurunan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi rumah tangga.
Data yang dihimpun dari Panel Harga Bapanas per Minggu, 5 Oktober, menunjukkan bahwa cabai rawit merah kini dibanderol Rp44.267 per kilogram, turun dari harga sebelumnya. Begitu pula dengan bawang merah yang kini berada di angka Rp37.403 per kilogram, menandakan stabilitas harga yang lebih baik. Penurunan ini menjadi perhatian utama bagi konsumen dan pelaku pasar.
Penurunan harga ini tidak hanya terbatas pada komoditas cabai dan bawang, melainkan juga merambah ke berbagai jenis beras, daging, minyak goreng, hingga ikan. Bapanas terus memantau pergerakan harga ini secara nasional untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat. Laporan ini memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi pasar pangan terkini.
Penurunan Harga Komoditas Utama
Berdasarkan catatan Badan Pangan Nasional, harga cabai rawit merah mengalami penurunan dari Rp46.136 per kilogram menjadi Rp44.267 per kilogram. Penurunan harga pangan ini juga diikuti oleh bawang merah, yang kini berada di angka Rp37.403 per kilogram setelah sebelumnya Rp38.004 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan adanya perbaikan pasokan di pasar.
Selain cabai dan bawang, komoditas beras juga menunjukkan tren penurunan harga yang positif. Beras premium turun menjadi Rp15.868 per kilogram dari Rp15.974 per kilogram. Sementara itu, beras medium kini Rp13.702 per kilogram, turun dari Rp13.831 per kilogram, dan beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) menjadi Rp12.466 per kilogram dari Rp12.536 per kilogram.
Penurunan harga pangan ini memberikan angin segar bagi konsumen, terutama menjelang kebutuhan akan bahan pokok. Fluktuasi harga yang cenderung menurun ini dapat membantu menjaga daya beli masyarakat. Bapanas terus berupaya menjaga stabilitas harga agar tidak terjadi lonjakan yang merugikan.
Komoditas Lain yang Mengalami Penyesuaian Harga
Tidak hanya komoditas utama, beberapa bahan pangan lain juga mengalami penyesuaian harga. Bawang putih bonggol turun menjadi Rp36.430 per kilogram dari Rp37.188 per kilogram. Cabai merah keriting juga menunjukkan penurunan dari Rp57.424 per kilogram menjadi Rp54.557 per kilogram, serta cabai merah besar dari Rp49.585 per kilogram menjadi Rp47.682 per kilogram.
Sektor protein hewani juga mencatat penurunan harga. Daging sapi murni turun tipis menjadi Rp134.826 per kilogram, daging ayam ras menjadi Rp37.788 per kilogram, dan telur ayam ras kini Rp29.944 per kilogram. Daging kerbau beku (impor) dan daging kerbau segar lokal juga mengalami penurunan signifikan, masing-masing menjadi Rp101.836 per kilogram dan Rp139.762 per kilogram.
Komoditas lainnya seperti gula konsumsi turun menjadi Rp17.943 per kilogram, minyak goreng kemasan Rp20.870 per liter, minyak goreng curah Rp17.393 per liter, dan Minyakita Rp17.235 per liter. Tepung terigu curah dan kemasan, serta beberapa jenis ikan seperti kembung, tongkol, dan bandeng, juga menunjukkan tren harga yang lebih rendah. Garam konsumsi pun turun tipis menjadi Rp11.390 per kilogram.
Namun, di tengah tren penurunan harga pangan ini, satu komoditas tercatat mengalami kenaikan. Jagung tingkat peternak naik menjadi Rp6.998 per kilogram dari sebelumnya Rp6.685 per kilogram. Kenaikan ini perlu menjadi perhatian karena dapat mempengaruhi biaya produksi pakan ternak. Sementara itu, kedelai biji kering (impor) justru turun menjadi Rp10.643 per kilogram.
Sumber: AntaraNews