Terbaru! Harga Pangan Turun: Cabai Rawit Rp41.271/kg, Bawang Merah Ikut Merosot Tajam
Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan penurunan signifikan pada sejumlah harga pangan pokok seperti cabai rawit dan bawang merah. Simak daftar lengkap update harga pangan terkini!
Badan Pangan Nasional (Bapanas) merilis data terbaru mengenai pergerakan harga komoditas pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional. Data per Sabtu, 18 Oktober, pukul 10.20 WIB menunjukkan adanya tren penurunan harga pada sejumlah bahan pokok penting. Penurunan ini diharapkan dapat memberikan sedikit kelegaan bagi konsumen di seluruh Indonesia.
Penurunan harga yang paling mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah dan bawang merah, yang merupakan bumbu dapur esensial bagi masyarakat. Cabai rawit merah kini tercatat Rp41.271 per kilogram, turun dari harga sebelumnya Rp43.574 per kilogram. Sementara itu, bawang merah juga mengalami penurunan menjadi Rp38.997 per kilogram dari Rp39.168 per kilogram.
Data yang dihimpun dari Panel Harga Bapanas di Jakarta ini memberikan gambaran menyeluruh tentang dinamika pasar pangan. Selain cabai dan bawang, beberapa komoditas strategis lainnya juga menunjukkan tren penurunan harga. Informasi ini sangat relevan untuk memantau stabilitas ekonomi dan ketersediaan pasokan pangan nasional.
Penurunan Harga Komoditas Pangan Utama
Penurunan harga tidak hanya terbatas pada cabai rawit dan bawang merah, tetapi juga merambah ke beberapa jenis beras. Beras premium kini dibanderol Rp15.838 per kilogram, turun dari Rp15.902 per kilogram. Demikian pula, beras medium mengalami koreksi harga menjadi Rp13.729 per kilogram dari Rp13.778 per kilogram.
Beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) juga menunjukkan penurunan tipis, dari Rp12.531 per kilogram menjadi Rp12.464 per kilogram. Kondisi ini mengindikasikan adanya upaya stabilisasi harga beras di pasar. Penurunan harga beras ini tentu menjadi kabar baik bagi rumah tangga.
Selain beras, komoditas jagung untuk peternak juga tercatat turun menjadi Rp6.633 per kilogram dari Rp6.709 per kilogram. Kedelai biji kering impor juga mengalami penurunan harga tipis, dari Rp10.684 per kilogram menjadi Rp10.665 per kilogram. Fluktuasi harga ini mencerminkan kondisi pasokan dan permintaan di pasar.
Daging, Telur, dan Minyak Goreng Ikut Turun Harga
Sektor protein hewani juga menunjukkan tren penurunan harga yang menggembirakan. Daging sapi murni kini berada di harga Rp133.766 per kilogram, turun dari Rp135.093 per kilogram. Daging ayam ras juga mengalami penurunan menjadi Rp37.567 per kilogram dari Rp38.037 per kilogram.
Telur ayam ras, yang merupakan salah satu kebutuhan pokok, juga turun harga menjadi Rp30.311 per kilogram dari Rp30.472 per kilogram. Penurunan harga pada komoditas-komoditas ini diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran masyarakat. Stabilitas harga pangan menjadi prioritas pemerintah.
Gula konsumsi tercatat di harga Rp17.926 per kilogram, turun dari Rp17.974 per kilogram. Minyak goreng juga mengalami penurunan harga signifikan, baik kemasan, curah, maupun Minyakita. Minyak goreng kemasan kini Rp20.651 per liter, minyak goreng curah Rp17.281 per liter, dan Minyakita Rp17.280 per liter. Tepung terigu, baik curah maupun kemasan, juga menunjukkan penurunan harga.
Komoditas yang Mengalami Kenaikan Harga Tipis
Meskipun sebagian besar komoditas menunjukkan penurunan harga, ada beberapa yang mengalami kenaikan tipis. Bawang putih bonggol naik sedikit menjadi Rp37.004 per kilogram dari Rp37.003 per kilogram. Kenaikan ini relatif kecil dan tidak signifikan.
Beberapa jenis ikan juga tercatat mengalami kenaikan harga. Ikan kembung naik menjadi Rp42.376 per kilogram dari Rp41.522 per kilogram. Ikan bandeng juga naik tipis menjadi Rp35.197 per kilogram dari Rp34.912 per kilogram. Sementara itu, ikan tongkol justru turun menjadi Rp35.549 per kilogram dari Rp34.591 per kilogram.
Garam konsumsi juga mengalami kenaikan harga yang sangat tipis, dari Rp11.560 per kilogram menjadi Rp11.562 per kilogram. Fluktuasi harga ini adalah bagian dari dinamika pasar yang terus dipantau oleh Bapanas untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat. Data ini penting untuk perencanaan kebijakan pangan.
Sumber: AntaraNews