Emas Perhiasan Deflasi 3,76 Persen Pasca Inflasi 30 Bulan Berturut-turut
Kelompok barang untuk perawatan pribadi dan jasa lainnya tercatat mengalami deflasi sebesar 0,99 persen, menjadi yang terdalam sejak Januari 2020.
Komoditas emas perhiasan mengalami deflasi atau penurunan harga sebesar 3,76 persen, dengan andil deflasi 0,09 persen pada April 2026. Harga emas perhiasan sebelumnya tercatat mengalami inflasi selama 30 bulan berturut-turut sejak September 2023.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan, kelompok barang untuk perawatan pribadi dan jasa lainnya tercatat mengalami deflasi sebesar 0,99 persen, menjadi yang terdalam sejak Januari 2020.
"Komoditas yang memberikan andil deflasi terdalam pada kelompok ini adalah komoditas emas dan perhiasan. Emas perhiasan pada Maret dan April 2026 mengalami penurunan pada harga internasionalnya," ucap Ateng di Jakarta, Senin (4/5).
Selain emas perhiasan, BPS juga mencatat deflasi untuk kelompok makanan, minuman, dan tembakau pada April 2026. Ini terjadi seiring permintaan yang turun selepas momen Lebaran 2026.
"Begitu pun dengan momen pasca Lebaran di tahun ini yang bertepatan di bulan April 2026, kelompok ini mengalami deflasi sebesar 0,20 persen, dengan andil inflasi sebesar 0,06 persen," terangnya.
"Beberapa komoditas yang menjadi penyumbang utama deflasi, terutama daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, dan juga cabai merah," ungkap Ateng.
Inflasi Bulanan 0,13 Persen
Secara umum, BPS mencatat kenaikan inflasi secara bulanan pada April 2026 sebesar 0,13 persen. Tarif pesawat hingga harga BBM jadi beberapa komoditas yang jadi pendorong inflasi pada bulan tersebut.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan, terjadi inflasi sebesar 2,06 persen secara tahun kalender (year to date) pada April 2026.
"Pada April 2026, inflasi sebesar 0,13 persen secara bulanan (month to month), atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 110,95 pada Maret 2026 menjadi 111,09 pada April 2026," jelas Ateng pada kesempatan yang sama.
Daftar Komoditas Penyumbang Inflasi
Kelompok pengeluaran penyebab inflasi bulanan terbesar pada transportasi, dengan inflasi sebesar 0,99 persen. Kelompok transportasi ini memberikan andil inflasi sebesar 0,12 persen.
Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok transportasi, yaitu tarif angkutan udara dengan andil inflasi 0,11 persen. Juga bensin dengan andil inflasi 0,02 persen.
"Komoditas lain yang juga memberikan andil inflasi, terutama minyak goreng dengan andil 0,05 persen, tomat 0,03 persen, beras serta nasi dan lauk dengan andil inflasi masing-masing 0,02 persen," imbuh Ateng.
Adapun komoditas yang memberikan andil deflasi pada April 2026, yaitu daging ayam ras dengan andil deflasi 0,11 persen, emas perhiasan 0,09 persen, cabai rawit serta telur ayam ras masing-masing 0,06 persen dan 0,04 persen.