Ikut Latihan Militer Terbesar di Afrika, 2 Tentara AS Hilang di Maroko
Saat ini, misi pencarian dan penyelamatan melibatkan sumber daya dari darat, udara, dan laut, termasuk dari AS, Maroko, serta negara-negara lain.
Dua tentara Amerika Serikat dilaporkan hilang saat menjalani latihan militer di Maroko. Hal ini disampaikan oleh Komando Afrika AS (Africom) pada Minggu (3/5/2026). Menurut pejabat setempat, keduanya terakhir kali terlihat pada hari Sabtu (2/5) di dekat tebing laut di area latihan Cap Draa, yang terletak tidak jauh dari Kota Tan Tan, Maroko.
Laporan awal mengindikasikan bahwa kedua prajurit yang hilang, yang sedang berpartisipasi dalam latihan gabungan tahunan African Lion 2026, diduga terjatuh ke laut. Seorang pejabat pertahanan AS menyatakan hal ini kepada BBC.
"Insiden ini masih dalam penyelidikan dan proses pencarian masih terus dilakukan," kata Africom dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu (3/5/2026).
"Fokus kami tertuju pada anggota militer yang terlibat dan keluarga mereka."
Seorang pejabat AS juga mengungkapkan kepada BBC bahwa pihak berwenang percaya bahwa insiden ini adalah sebuah kecelakaan, bukan akibat tindakan terorisme atau penculikan.
"Para prajurit tersebut dilaporkan hilang setelah mereka tidak kembali ke area latihan, sehingga pasukan AS dan Maroko kemudian meluncurkan operasi pencarian," tambahnya.
Latihan African Lion adalah sebuah kegiatan gabungan tahunan yang bertujuan untuk memperkuat kerjasama antara pasukan AS, sekutu NATO, dan negara-negara Afrika. Kegiatan ini merupakan yang terbesar di benua Afrika dan dilaksanakan di beberapa negara, termasuk Maroko, Ghana, Senegal, dan Tunisia.
Fokus dari latihan ini adalah pada operasi lintas domain, respons krisis, serta koordinasi multinasional untuk meningkatkan keamanan regional dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat. Latihan ini melibatkan sekitar 5.000 personel dari lebih dari 40 negara serta lebih dari 30 mitra industri yang berbasis di AS, dan dijadwalkan berlangsung dari 27 April hingga 8 Mei.
Maroko sendiri merupakan sekutu utama Amerika Serikat di kawasan yang sedang mengalami ketidakstabilan. Sejak tahun 2020, sejumlah perwira militer yang kecewa terhadap kinerja pemerintah mereka dalam menanggulangi kekerasan telah menggulingkan pemerintahan yang terpilih secara demokratis di Mali, Burkina Faso, dan Niger, serta mulai menjauh dari negara-negara Barat.