Isak Tangis Keluarga Merelakan Eks Kasau Pindah ke Maroko demi Tugas Negara
Berikut momen isak tangis keluarga merelakan eks Kasau pindah ke Maroko demi tugas negara.
Istri eks Kasau Marsekal (Purn) Yuyu Sutisna membagikan momen perpisahan dengan keluarganya. Seperti diketahui, Yuyu Sutisna telah dilantik menjadi Duta Besar Indonesia untuk Maroko.
Keberangkatan Yuyu Sutisna dan sang istri dipenuhi dengan isak tangis dari keluarga. Tidak hanya sang putra-putri saja, menantu dan cucu keduanya juga melepaskan kepergian mereka dengan isak tangis.
Lantas bagaimana momen isak tangis keluarga merelakan eks Kasau pindah ke Maroko demi tugas negara? Melansir dari akun Instagram ayoenink.86.sutisna, Senin (23/6), simak ulasan informasinya berikut ini.
Eks Kasau Berangkat ke Maroko
Eks Kasau Marsekal (Purn) Yuyu Sutisna beserta sang istri Ayuning Dewanti baru-baru ini bertolak ke Maroko. Kepergian keduanya ini bukan untuk liburan, melainkan demi tugas negara.
Sebagaimana diketahui, Yuyu Sutisna telah dilantik menjadi Duta Besar Indonesia untuk Maroko. Keberangkatan Yuyu Sutisna dan istri ini diantarkan oleh anak, menantu dan sang cucu.
"Masya Allah tabarakallah .., Tidak ada kata selamat tinggal untuk kita… Di mana pun kalian berada, kalian akan selalu ada di hati mama papa," tulis Ayuning Dewanti.
Isak Tangis Keluarga Merelakan Kepindahan Yuyu Sutisna
Rasa bahagia bercampur sedih tentu dirasakan oleh keluarga. Apalagi Yuyu Sutisna dan sang istri akan menetap lama di Maroko. Isak tangis keluarga pun mengiringi kepergiaan pasangan suami istri tersebut.
Dalam video yang diunggah, terlihat anak-anak Yuyu Sutisna dan Ayuning menangis sembari memeluk mereka.
Tak hanya anak-anak, para menantu juga tampak sedih atas kepindahan keduanya ke Maroko. Kesedihan juga sangat dirasakan oleh sang cucu yang kini harus hidup terpisah jauh dari kakek dan neneknya.
Meski sedih, mereka semua tetap memberikan senyuman terbaik. Mengingat kedua orang tua mereka pindah ke Maroko untuk melaksanakan tugas negara.
"Jalani hari-hari kalian .. dengan penuh semangat, Mama papa akan selalu ada bersama kalian meskipun dari jauh..💖❤️🤲," tutupnya.
Dilantik Jadi Duta Besar Indonesia untuk Maroko
Presiden Prabowo Subianto melantik 31 Duta Besar (dubes) Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia di Istana Negara Jakarta, Senin (24/3). Para dubes tersebut akan ditempatkan di negara-negara sahabat dan menjadi perwakilan organisasi internasional.
Pelantikan 31 dubes ini sesuai Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 25 P dan 40 P tahun 2025 tentang Pengangkatan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia. Salah satu ditunjuk Prabowo adalah Marsekal TNI (Purn.) Yuyu Sutisna sebagai duta besar untuk Kerajaan Maroko merangkap Republik Islam Mauritania.
Yuyu selama ini memiliki karier cemerlang saat menjadi prajurit aktif TNI AU. Puncaknya saat menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) sejak 17 Januari 2018 hingga pensiun pada 20 Mei 2020.
Dia dikenal sebagai sosok yang memiliki karier panjang di TNI AU, dengan berbagai posisi strategis yang pernah dijabatnya. Berasal dari latar belakang yang sederhana, Yuyu Sutisna telah membuktikan bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, seseorang dapat mencapai puncak karier di militer.
Penghargaan dan Prestasi
Selama karier militernya, Marsekal Yuyu Sutisna telah menerima berbagai penghargaan dan prestasi. Salah satu yang paling membanggakan adalah menjadi lulusan terbaik Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (Sekkau) Angkatan 59 tahun 1996. Penghargaan ini menunjukkan dedikasinya dalam menjalani pendidikan dan pelatihan militer.
Keberhasilannya memimpin TNI AU dalam berbagai tantangan dan keterbatasan juga menjadi bukti nyata dari kepemimpinannya yang efektif. Yuyu Sutisna merupakan contoh nyata bahwa dengan komitmen dan kerja keras, seseorang dapat mencapai prestasi yang gemilang di bidang yang digelutinya.
Marsekal TNI (Purn.) Yuyu Sutisna tidak hanya dikenang sebagai pemimpin yang sukses, tetapi juga sebagai sosok yang menginspirasi banyak orang. Dengan perjalanan karier yang cemerlang dan dedikasinya terhadap TNI AU, ia telah meninggalkan jejak yang mendalam dalam sejarah angkatan udara Indonesia.