TNI Angkatan Laut (TNI AL) semakin memperkuat latihan operasi anti-akses dan anti-area denial (A2/AD). Upaya ini menjadi bagian integral dari strategi menjaga keamanan wilayah perairan nasional. Tujuan utamanya adalah mencegah penyelundupan sumber daya alam (SDA) strategis dari Indonesia ke luar negeri.
Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan, selaku Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut, menegaskan bahwa latihan ini merupakan kontribusi nyata TNI AL. Hal ini sejalan dengan perintah Presiden untuk memperkuat penegakan hukum di laut.
Beberapa waktu lalu, TNI AL telah melaksanakan latihan operasi anti-akses dan anti-area denial. Pernyataan ini disampaikan Yayan saat pelepasan program mudik gratis di Dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara, Minggu (15/3).
Advertisement
Advertisement
Konsep Operasi Anti-Akses untuk Keamanan Maritim
Konsep operasi anti-akses pada dasarnya dirancang untuk mengantisipasi jalur logistik pihak lawan dalam situasi konflik. Namun, dalam kondisi damai, konsep ini memiliki implementasi yang lebih luas. Operasi ini efektif untuk memutus jalur distribusi kegiatan ilegal di laut.
Yayan menjelaskan bahwa operasi anti-akses ini dapat digunakan untuk memutus akses kegiatan ilegal. Terutama yang membawa material strategis dari dalam negeri untuk diselundupkan ke luar. Ini menunjukkan adaptasi strategi militer untuk tujuan penegakan hukum dan perlindungan kekayaan negara.
Fleksibilitas konsep A2/AD memungkinkan TNI AL untuk secara proaktif menghadapi berbagai ancaman. Baik ancaman militer tradisional maupun ancaman non-tradisional seperti kejahatan transnasional di laut. Keamanan maritim menjadi prioritas utama.
Advertisement
Advertisement
Fokus Pengamanan SDA di Bangka Belitung
Wilayah Kepulauan Bangka Belitung menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian khusus dalam operasi ini. Kawasan ini memiliki sumber daya alam strategis, terutama komoditas timah yang bernilai ekonomi tinggi. Timah merupakan salah satu komoditas penting bagi ekonomi Indonesia.
Selama periode tahun 2025 hingga 2026, TNI AL telah mengerahkan sedikitnya 28 kapal perang ke perairan tersebut. Pengerahan ini bertujuan untuk melakukan penyekatan dan patroli pengamanan secara intensif. Langkah ini menunjukkan keseriusan TNI AL dalam menjaga wilayah vital.
Dari operasi yang telah dilakukan, aparat TNI AL berhasil menyelamatkan sekitar 448 ton timah dari upaya penyelundupan ke luar negeri. Nilai ekonomi dari timah yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp146 miliar. Penegakan hukum di wilayah ini akan terus berlanjut.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan Kesiapsiagaan Prajurit TNI AL
Selain patroli dan penyekatan di laut, TNI AL juga secara rutin menggelar berbagai latihan operasi maritim. Latihan ini penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan prajurit dan unsur kapal perang. Tujuannya adalah menghadapi berbagai potensi ancaman keamanan di wilayah perairan nasional.
Peningkatan kemampuan operasional dan kesiapan personel menjadi kunci dalam menjaga kedaulatan negara. Hal ini juga penting dalam melindungi sumber daya alam dari praktik ilegal. Latihan-latihan ini mencakup skenario yang beragam.
Komitmen TNI AL dalam menjaga keamanan maritim dan melindungi SDA strategis Indonesia tidak hanya melalui tindakan represif. Namun juga melalui peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan seluruh jajarannya. Ini demi masa depan bangsa yang lebih baik.
Advertisement
Sumber: AntaraNews