DKPP Bandung Salurkan Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng kepada 146 Ribu KPM
DKPP Bandung Salurkan Bantuan Pangan berupa beras dan minyak goreng kepada 146.232 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk meringankan beban masyarakat dan mengendalikan inflasi di Kota Bandung.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Jawa Barat, telah memulai distribusi beras cadangan pangan pemerintah (CPP) dan minyak goreng kepada ribuan keluarga penerima manfaat (KPM). Program ini bertujuan untuk meringankan beban pengeluaran masyarakat sekaligus menjadi instrumen penting dalam upaya pengendalian inflasi di wilayah tersebut. Penyaluran bantuan ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi warga.
Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan mencakup 10 kilogram beras kualitas medium dan 2 liter minyak goreng setiap bulan per KPM. Bantuan ini disalurkan secara bertahap di berbagai kecamatan dan kelurahan di Kota Bandung. Proses distribusi ini dipastikan berjalan lancar dan aman hingga seluruh KPM terlayani secara maksimal.
Sebelum disalurkan, beras bantuan pangan tersebut telah melewati serangkaian proses pengecekan kualitas yang ketat. Pemeriksaan dilakukan sejak proses penyimpanan di gudang hingga distribusi di lapangan. Hal ini guna memastikan bantuan yang diterima masyarakat dalam kondisi baik dan layak konsumsi.
Pentingnya Bantuan Pangan untuk Kesejahteraan Warga
Gin Gin Ginanjar menekankan bahwa penyaluran bantuan pangan ini memiliki peran ganda yang strategis. Selain membantu mengurangi pengeluaran harian keluarga, inisiatif ini juga berkontribusi pada stabilitas harga bahan pokok. Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif langsung pada daya beli masyarakat Kota Bandung.
Setiap KPM menerima alokasi bantuan yang telah ditentukan, yaitu 10 kilogram beras medium dan 2 liter minyak goreng per bulan. Jumlah ini diharapkan dapat memenuhi sebagian kebutuhan pokok bulanan keluarga. DKPP Kota Bandung berkomitmen untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal.
Proses pengecekan kualitas beras sebelum distribusi adalah prioritas utama DKPP. Pemeriksaan ketat dilakukan sejak beras berada di gudang penyimpanan hingga tiba di tangan KPM guna memastikan bantuan yang diterima masyarakat dalam kondisi baik dan layak konsumsi.
Peningkatan Jumlah Penerima dan Progres Penyaluran
Hingga saat ini, realisasi penyaluran telah mencapai 41.403 penerima atau sekitar 28 persen dari total sasaran. Penyaluran bantuan pangan telah berlangsung di delapan kecamatan dan 28 kelurahan di Kota Bandung.
Gin Gin Ginanjar mengungkapkan adanya peningkatan signifikan dalam jumlah penerima bantuan pangan pada periode kali ini. Jika pada Oktober–November 2025 tercatat sebanyak 80.221 KPM, maka pada Februari–Maret 2026 jumlahnya naik menjadi 146.232 KPM. Penambahan ini mencapai 66.011 penerima baru.
Penambahan KPM tersebut tersebar di 30 kecamatan dan 151 kelurahan di seluruh Kota Bandung. DKPP memastikan bahwa proses distribusi akan terus dilanjutkan tanpa henti hingga seluruh penerima bantuan dapat terlayani secara maksimal.
Sumber: AntaraNews