Pemerintah Tegaskan Kehadiran Lewat Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng Hingga April
Bapanas menegaskan program bantuan pangan beras dan minyak goreng merupakan wujud kehadiran pemerintah meringankan beban ekonomi masyarakat, dengan target 33,2 juta keluarga penerima manfaat hingga April.
Program bantuan pangan berupa beras 10 kg dan minyak goreng 2 liter terus bergulir hingga April 2026. Inisiatif ini digulirkan pemerintah untuk meringankan beban ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menyatakan bantuan ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah. Distribusi bantuan telah mencapai 382.529 penerima manfaat per 25 Maret 2026.
Bantuan ini menyasar 33,2 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia. Badan Urusan Logistik (Bulog) ditugaskan untuk mempercepat penyaluran di 24 provinsi yang telah terjangkau program ini.
Memperluas Cakupan dan Target Bantuan Pangan
Bantuan pangan beras dan minyak goreng ini dirancang untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat merasakan dukungan pemerintah. Program ini secara signifikan meningkatkan jumlah keluarga penerima manfaat.
Sebelumnya, total penerima manfaat tercatat sebanyak 18.277.083 keluarga. Kini, angka tersebut melonjak menjadi 33,2 juta keluarga di seluruh Indonesia.
Peningkatan cakupan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengatasi tantangan ekonomi. Hal ini juga bertujuan untuk menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan.
Realisasi Penyaluran dan Anggaran Program
Hingga 25 Maret 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan telah mencapai 382.529 penerima manfaat. Distribusi ini tersebar di 24 provinsi di Indonesia.
Sebanyak 7,65 juta kilogram beras dan 1,53 juta liter minyak goreng telah berhasil disalurkan kepada masyarakat. Angka ini mencerminkan skala besar operasi logistik yang dilakukan.
Program bantuan pangan ini memerlukan alokasi anggaran yang substansial. Total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp11,92 triliun atau sekitar US$701,5 juta.
Dana besar ini dialokasikan untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program. Pemerintah berupaya maksimal untuk menjaga stabilitas harga pangan.
Provinsi Prioritas dan Harapan Keberlanjutan
Lima provinsi tercatat memiliki jumlah penerima manfaat tertinggi. Jawa Barat memimpin dengan 6.093.530 penerima manfaat.
Selanjutnya, Jawa Timur mencatat 5.638.478 penerima, dan Jawa Tengah dengan 5.071.126 penerima manfaat. Sumatera Utara dan Banten juga termasuk dalam daftar prioritas.
Sumatera Utara memiliki 1.756.846 penerima, diikuti Banten dengan 1.298.597 penerima bantuan. Provinsi-provinsi ini menjadi fokus utama dalam percepatan distribusi.
I Gusti Ketut Astawa berharap Bulog terus mempercepat penyaluran bantuan. Tujuannya agar semua penerima manfaat dapat merasakan stimulus ekonomi pemerintah.
- Jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) target: 33,2 juta keluarga.
- Alokasi bantuan per bulan: 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng.
- Realisasi penyaluran per 25 Maret: 382.529 KPM di 24 provinsi.
- Volume beras tersalur: 7,65 juta kilogram.
- Volume minyak goreng tersalur: 1,53 juta liter.
- Total anggaran program: Rp11,92 triliun (US$701,5 juta).
Sumber: AntaraNews