Bulog Percepat Distribusi Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng untuk Jutaan KPM
Perum Bulog memastikan penguatan dan percepatan distribusi bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng bagi 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) guna menjaga stabilitas pangan dan daya beli masyarakat, meskipun menghadapi kendala administratif dan.
Perum Bulog, melalui Direktur Utama Ahmad Rizal Ramdhani, berkomitmen memperkuat dan mempercepat penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng. Program ini ditujukan bagi 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan stabilitas pangan tetap terjaga serta daya beli masyarakat dapat terlindungi, terutama di tengah berbagai tantangan distribusi. Rizal Ramdhani menegaskan pentingnya bantuan ini untuk kesejahteraan publik. Meskipun realisasi penyaluran telah mencapai jutaan kilogram beras dan liter minyak goreng, Bulog mengakui adanya kendala administratif dan momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yang memengaruhi target awal.
Realisasi dan Tantangan Penyaluran Bantuan Pangan
Hingga saat ini, Bulog telah berhasil menyalurkan sekitar 32.145.520 kilogram beras dan 6.438.104 liter minyak goreng kepada penerima manfaat. Capaian ini merupakan bagian dari total target penyaluran bantuan pangan yang direncanakan pemerintah untuk tahun 2026 secara nasional. Namun, angka tersebut baru sekitar 4,83 persen dari total target tersebut.
Dirut Bulog menjelaskan bahwa hambatan utama berasal dari faktor administratif yang baru diterima pada akhir Maret 2026. Selain itu, momentum Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah juga membutuhkan penyesuaian jadwal distribusi yang signifikan. Keterbatasan pasokan minyak goreng dari skema domestic market obligation (DMO) turut mempengaruhi percepatan distribusi. Kondisi ini menyebabkan prioritas penyaluran difokuskan untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadhan dan Idul Fitri.
Strategi Koordinasi dan Prioritas Distribusi
Kebijakan prioritas distribusi bantuan pangan ini dilakukan melalui koordinasi erat dengan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman, serta Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan selama momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Fokus utama adalah memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, khususnya saat Ramadhan dan Idul Fitri.
Keterbatasan pasokan minyak goreng yang mencapai 35 persen dari skema DMO dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) memaksa Bulog untuk memprioritaskan distribusi selama periode tersebut. Setelah momentum Idul Fitri, Bulog akan kembali memaksimalkan penyaluran bantuan pangan. Arahan pemerintah adalah agar distribusi bantuan pangan Bulog dapat berjalan lebih optimal pasca-Idul Fitri.
Komitmen Bulog untuk Penyaluran Tepat Sasaran
Bulog berkomitmen untuk mempercepat penyaluran bantuan pangan setelah Idul Fitri sesuai arahan pemerintah. Hal ini dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan lebih optimal dan tepat sasaran bagi masyarakat penerima manfaat. Setiap keluarga penerima manfaat akan menerima bantuan berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng merek MinyaKita. Alokasi ini diperuntukkan bagi kebutuhan selama dua bulan, yakni Februari-Maret 2026. Dirut Bulog menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk merampungkan seluruh distribusi bantuan pangan ini hingga April 2026.
Sumber: AntaraNews