Bapanas Tugaskan Bulog Salurkan Bantuan Pangan Beras Minyak Goreng untuk 33,2 Juta KPM
Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan Perum Bulog menyalurkan bantuan pangan beras dan minyak goreng kepada 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) guna menjaga daya beli dan stabilitas harga pangan nasional.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah secara resmi menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng. Penyaluran ini ditujukan bagi 33.244.408 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Langkah strategis ini diambil pemerintah menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, yang bertujuan utama untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan stabilitas harga pangan nasional tetap terkendali.
Setiap KPM yang berhak akan menerima alokasi 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng untuk setiap bulan. Penyaluran bantuan pangan ini direncanakan untuk alokasi Februari dan Maret 2026, yang akan dilaksanakan satu kali sekaligus setelah anggaran tersedia di Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Bapanas. Program ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam memberikan stimulus ekonomi kepada masyarakat.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa penugasan ini merupakan komitmen pemerintah. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk senantiasa berpihak kepada rakyat dan menjaga harga pangan. Bantuan pangan beras dan minyak goreng ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga yang membutuhkan.
Penugasan dan Detail Alokasi Bantuan Pangan Beras Minyak Goreng
Pemerintah melalui Bapanas telah resmi memberikan penugasan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) tahun 2026 kepada Perum Bulog. Penugasan ini secara spesifik menginstruksikan Bulog untuk mendistribusikan bantuan kepada warga yang memenuhi syarat sebagai penerima.
Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa salah satu tugas Bulog adalah menyalurkan bantuan pangan beras dan minyak goreng kepada 33.244.408 penerima. Penyaluran ini mencakup alokasi untuk bulan Februari dan Maret 2026. Berdasarkan surat Kepala Bapanas nomor 204/TS.03.03/K/02/2026 tanggal 11 Februari, penyaluran akan dilakukan satu kali secara sekaligus.
Setiap Keluarga Penerima Manfaat akan mendapatkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng. Jumlah ini merupakan alokasi untuk satu bulan per penerima. Penyaluran bantuan ini dilakukan demi menjaga ketersediaan dan keterjangkauan kebutuhan pokok bagi masyarakat.
Kebijakan Pemerintah Menjaga Stabilitas Harga
Penugasan penyaluran bantuan pangan ini didasarkan pada hasil High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat (HLM TPIP) tahun 2026. Rapat tersebut dipimpin oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Selain itu, penugasan ini juga merujuk pada surat Menteri Sekretaris Negara yang menyampaikan persetujuan Presiden Republik Indonesia terhadap stimulus ekonomi, termasuk diskon transportasi dan bantuan pangan.
Amran Sulaiman menuturkan bahwa pemerintah, di bawah komando Presiden Prabowo Subianto, terus berupaya menjaga harga pangan. Upaya ini dilakukan terutama selama periode Ramadhan hingga Idul Fitri. Salah satu caranya adalah dengan menggulirkan kembali program bantuan pangan kepada masyarakat yang paling membutuhkan bantalan ekonomi.
Dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, Bapanas melaksanakan langkah strategis ini. Total kuantitas yang akan disalurkan untuk dua bulan secara sekaligus adalah sekitar 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng. Untuk merealisasikan program prorakyat ini, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp11,92 triliun.
Ketersediaan Stok dan Realisasi Program Sebelumnya
Berdasarkan laporan yang disusun Bapanas per 13 Februari, total stok beras nasional di Bulog mencapai 3,53 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3,34 juta ton merupakan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Sementara itu, sisa 188,5 ribu ton adalah stok beras komersial. Untuk stok minyak goreng yang ada di Bulog, tercatat sekitar 15 ribu kiloliter.
Program bantuan pangan beras dan minyak goreng telah terlaksana sebelumnya, dengan realisasi mencapai 18.167.117 penerima di seluruh Indonesia. Bantuan yang telah selesai didistribusikan per 31 Januari 2026 lalu berhasil menyalurkan beras sebanyak 363,3 ribu ton dan minyak goreng 72,6 ribu kiloliter.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga melaporkan kesiapan pemerintah dalam pengguliran kembali program bantuan pangan. Airlangga turut meminta keterlibatan pemerintah daerah dalam implementasi program ini. Beliau menekankan pentingnya menjaga kelancaran logistik bantuan yang terdiri dari 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng.
Sumber: AntaraNews