Perum Bulog Cabang Tegal dan Pemerintah Kabupaten Batang secara resmi meluncurkan program penyaluran bantuan pangan. Program ini menyasar 104.140 jiwa di Kabupaten Batang pada Minggu, 15 Maret 2026. Setiap penerima akan mendapatkan 20 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Badan Pangan Nasional untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Selain itu, program ini bertujuan menjaga stabilitas harga dan pasokan beras di wilayah tersebut. Penyaluran bantuan pangan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga.
Peluncuran di Batang merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah dilaksanakan di Kota Tegal pada Kamis, 12 Maret 2026. Selanjutnya, kegiatan ini juga akan berlanjut di Pemalang pada Sabtu, 14 Maret 2026, dan Kabupaten Brebes pada Senin, 16 Maret 2026.
Advertisement
Advertisement
Detail Penyaluran dan Jangkauan Bantuan Pangan
Pimpinan Bulog Cabang Tegal, Agung Rohman, menjelaskan bahwa pihaknya mengemban tugas dari Badan Pangan Nasional. Tugas ini meliputi penyaluran bantuan pangan guna memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat. Hal ini juga penting untuk menstabilkan harga dan pasokan beras di pasaran.
Program bantuan pangan Bulog ini dirancang untuk menjangkau puluhan ribu keluarga. Total 104.140 orang di Kabupaten Batang akan merasakan manfaat langsung dari bantuan ini. Setiap kepala keluarga akan menerima paket lengkap beras dan minyak goreng.
Agung Rohman juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan bahan pangan karena stok beras yang tersimpan di gudang Bulog saat ini sangat aman. Ketersediaan stok ini diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga satu tahun ke depan.
Advertisement
Saat ini, Bulog Tegal memiliki stok beras sebanyak 72.819 ton. Jumlah ini lebih dari cukup untuk menjamin pasokan beras di wilayah operasionalnya. Langkah proaktif ini menjadi jaminan bagi ketahanan pangan lokal.
Advertisement
Strategi Bulog Jaga Ketahanan Pangan Nasional
Wakil Pimpinan Bulog Cabang Tegal, Wahyu Tri Hutomo, menambahkan bahwa Bulog terus gencar melakukan penyerapan beras petani. Target penyerapan untuk tahun 2026 ini mencapai 93.958 ton. Ini menunjukkan komitmen Bulog dalam mendukung petani lokal.
Sebagian besar wilayah eks-Keresidenan Pekalongan kini telah memasuki masa panen raya. Kondisi ini memungkinkan Bulog untuk meningkatkan kapasitas penyerapan beras. Penyerapan saat ini bahkan bisa mencapai 1.000 ton per hari.
Hingga saat ini, penyerapan beras telah mencapai 16.090 ton, setara dengan 18 persen dari target. Bulog optimis dapat mencapai 30 persen dari target hingga akhir Maret 2026. Upaya ini krusial untuk menjaga pasokan nasional.
Advertisement
Strategi penyerapan ini tidak hanya mengamankan stok, tetapi juga membantu menstabilkan harga gabah di tingkat petani. Dengan demikian, Bulog berperan ganda dalam menjaga kesejahteraan petani dan ketersediaan pangan.
Advertisement
Gerakan Pangan Murah Pemkab Batang Tekan Inflasi
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang, Sutadi, menjelaskan upaya pemerintah daerah dalam menekan inflasi. Selama bulan Ramadhan 2026, Dinas Pangan dan Pertanian telah tiga kali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Inisiatif ini sangat membantu masyarakat.
GPM menyediakan berbagai komoditas pangan pokok dengan harga terjangkau. Beberapa komoditas yang dijual meliputi 1 ton beras SPHP medium, 300 kilogram gula, dan 500 liter minyak goreng. Tersedia pula 300 kilogram telur, bawang merah, bawang putih, cabai, serta sayuran segar.
Harga yang ditawarkan dalam GPM jauh di bawah harga pasaran. Contohnya, harga telur yang di pasaran berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp31 ribu per kilogram dijual dengan harga Rp26 ribu per kilogram. Gula dijual Rp17.500 per kilogram, dan minyak goreng merek Minyakita Rp15.500 per liter.
Advertisement
Program GPM ini menjadi langkah konkret Pemkab Batang untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga. Dengan harga yang lebih murah, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok tanpa terbebani kenaikan harga.
Sumber: AntaraNews