Perum Bulog Cabang Kota Tanjungpinang telah memulai penyaluran bantuan pangan secara bertahap kepada para penerima bantuan pangan (PBP). Penyaluran ini mencakup alokasi untuk periode Februari hingga Maret 2026. Program ini bertujuan utama untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat di wilayah Kepulauan Riau.
Penyaluran bantuan pangan ini telah berjalan sejak sepekan lalu, dengan fokus awal di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Anambas. Sementara itu, PBP di Kabupaten Bintan dan Kabupaten Lingga masih dalam tahap persiapan penyaluran. Bulog menargetkan proses distribusi bantuan ini dapat rampung sepenuhnya pada 31 Mei 2026.
Setiap PBP akan menerima 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng untuk alokasi dua bulan sekaligus. Data penerima bantuan berasal dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan terdaftar dalam data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN) Kemensos RI. Program ini diharapkan dapat menstabilkan harga bahan pokok serta mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.
Advertisement
Advertisement
Kepala Cabang Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan pangan tidak dapat dilakukan serentak di empat kabupaten/kota. Hal ini disesuaikan dengan kondisi pasokan bahan pangan yang masuk secara bertahap. Minyak goreng MinyaKita, misalnya, didatangkan dari produsen di Batam dan Pekanbaru, Provinsi Riau.
Selain itu, Bulog secara nasional juga menghadapi kendala pasokan plastik untuk kemasan beras bantuan pangan. Dampak perang di Timur Tengah mempengaruhi bahan baku produksi plastik dalam negeri yang mayoritas diimpor. Situasi ini sedikit menghambat proses pengemasan beras untuk bantuan.
Arief menambahkan bahwa bantuan pangan yang saat ini disalurkan masih menggunakan beras kemasan lama. Untuk beras dengan kemasan baru, proses persiapannya masih terus dilakukan dan membutuhkan waktu. Meskipun demikian, Bulog berkomitmen untuk menyelesaikan penyaluran sesuai target yang telah ditetapkan.
Advertisement
Advertisement
Tahun ini, jumlah penerima bantuan pangan (PBP) di wilayah kerja Bulog Tanjungpinang mengalami peningkatan signifikan. Total PBP mencapai 143.034 orang, naik dua kali lipat dibandingkan tahun 2025 yang hanya 72.791 orang. Peningkatan ini menunjukkan perluasan jangkauan program untuk masyarakat yang membutuhkan.
Tujuan utama program Bantuan Pangan Bulog Tanjungpinang adalah untuk meningkatkan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Selain itu, program ini juga bertujuan mengurangi beban pengeluaran rumah tangga miskin. Hal ini sangat krusial dalam kondisi ekonomi yang berfluktuasi.
Lebih lanjut, bantuan pangan ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengendalian inflasi, khususnya harga beras. Stabilisasi harga bahan pokok menjadi salah satu prioritas pemerintah. Program ini juga berupaya mengatasi kerawanan pangan dan menurunkan angka stunting.
Advertisement
Dengan menjamin akses pangan bergizi bagi masyarakat rentan, program ini memiliki dampak positif yang luas. Bulog berperan penting dalam menyalurkan bantuan kepada PBP sesuai ketentuan yang berlaku. Data penerima dipastikan akurat karena berasal dari sumber resmi pemerintah.
Sumber: AntaraNews