Pemkab Lamongan Salurkan Bantuan Pangan untuk 177 Ribu KPM, Jaga Ketahanan Pangan Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Lamongan mendistribusikan Bantuan Pangan Lamongan kepada 177.486 keluarga penerima manfaat, memastikan ketahanan pangan di tengah tantangan ekonomi dan cuaca ekstrem.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Lamongan Salurkan Bantuan Pangan untuk 177 Ribu KPM, Jaga Ketahanan Pangan Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Lamongan mendistribusikan Bantuan Pangan Lamongan kepada 177.486 keluarga penerima manfaat, memastikan ketahanan pangan di tengah tantangan ekonomi dan cuaca ekstrem. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Lamongan telah menyalurkan bantuan pangan dari cadangan pangan pemerintah kepada sekitar 177.486 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di 27 kecamatan. Penyaluran ini dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat di wilayah tersebut.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menegaskan bahwa bantuan ini bertujuan agar masyarakat tidak mengalami kekurangan pangan. Hal ini terutama penting di tengah tantangan ekonomi global dan ancaman cuaca ekstrem yang mungkin terjadi.

Setiap KPM menerima 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng setiap bulan sebagai bagian dari program Cadangan Pangan Pemerintah. Penyaluran simbolis telah dilaksanakan di Desa Pucangro, Kecamatan Kalitengah, dan Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, pada Sabtu.

Perluasan Jangkauan Bantuan Pangan Lamongan

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menjelaskan bahwa program penyaluran bantuan ini merupakan langkah antisipatif yang strategis. Tujuannya adalah untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif krisis pangan dan gejolak ekonomi yang tidak menentu.

Ancaman cuaca ekstrem juga menjadi salah satu faktor pendorong percepatan distribusi bantuan ini ke seluruh pelosok daerah. Dengan demikian, diharapkan tidak ada warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok mereka di masa-masa sulit.

Total 177.486 KPM yang tersebar di 27 kecamatan di seluruh Lamongan akan merasakan manfaat langsung dari program ini. Ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam menjamin kesejahteraan dan ketahanan pangan warganya secara merata.

Detail Distribusi dan Cakupan Wilayah Bantuan Pangan Lamongan

Penyaluran Bantuan Pangan Lamongan dilakukan secara bertahap di berbagai kecamatan. Di Kecamatan Karanggeneng, bantuan pangan dialokasikan untuk 6.096 penerima bantuan pangan (PBP). Sebanyak 408 penerima di antaranya berasal dari Desa Sumberwudi, menunjukkan cakupan yang detail.

Sementara itu, di Kecamatan Kalitengah, terdapat 5.122 PBP yang menerima bantuan serupa dari pemerintah daerah. Dari jumlah tersebut, 324 penerima berlokasi di Desa Pucangro, memastikan distribusi yang tepat sasaran.

Penyaluran juga meluas ke Kecamatan Bluluk, dengan Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, turut serta dalam penyerahan simbolis di Balai Desa Primpen. Di Bluluk, bantuan yang didistribusikan mencapai 60.040 kilogram beras dan 12.008 liter minyak goreng untuk 3.002 penerima manfaat, termasuk 215 warga Desa Primpen.

Wakil Pimpinan Bulog Cabang Bojonegoro, Shinta Wiharjo, menambahkan bahwa bantuan yang diterima masyarakat merupakan akumulasi periode Februari-Maret. Ini berarti setiap penerima mendapatkan 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng, menggandakan jatah bulanan.

Pentingnya Data Valid dan Dukungan Pertanian Lokal

Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga validitas dan keamanan data pribadi mereka. Hal ini krusial agar mereka tetap terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai penerima bantuan.

Persoalan seperti keterlibatan judi daring, kredit bermasalah, atau penyalahgunaan identitas pribadi dapat memengaruhi status penerima bantuan sosial. Oleh karena itu, integritas data sangat ditekankan demi kelancaran program ini.

Shinta Wiharjo dari Bulog juga mengungkapkan bahwa beras yang disalurkan berasal dari hasil serapan petani lokal Lamongan. Inisiatif ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan di tingkat rumah tangga, tetapi juga sektor pertanian daerah secara berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi