Pemprov Malut Tegaskan Stok BBM Aman, Warga Diminta Tak Percaya Hoaks Kelangkaan BBM
Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe memastikan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayahnya aman setelah pemantauan, mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh hoaks kelangkaan BBM yang dapat memicu kepanikan.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) meminta masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh dengan berbagai informasi hoaks terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang beredar luas. Imbauan ini disampaikan guna mencegah kepanikan serta potensi antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, secara langsung turun ke lapangan untuk memastikan kondisi pasokan BBM.
Pemantauan dilakukan oleh Wakil Gubernur Sarbin Sehe pada Minggu, 29 Maret, di sejumlah SPBU serta fasilitas PT Pertamina di kawasan Jambula, Kota Ternate. Dalam kunjungannya, ia didampingi oleh Sekretaris Daerah Maluku Utara Samsuddin A Kadir, Asisten II Setda Malut Sri Haryanti Hatari, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Kunjungan ini bertujuan untuk memverifikasi langsung ketersediaan stok BBM di lapangan.
Hasil pemantauan tersebut mengonfirmasi bahwa stok BBM di Maluku Utara tersedia dengan baik dan distribusinya berjalan lancar. Wagub Sarbin Sehe menegaskan tidak ada indikasi kelangkaan seperti yang ramai diperbincangkan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Stok BBM Maluku Utara Dipastikan Aman, Hoaks Ditepis
Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, secara tegas menyatakan bahwa pasokan BBM di wilayahnya dalam kondisi aman dan mencukupi. Pernyataan ini disampaikan setelah ia berdialog langsung dengan pihak Pertamina dan meninjau langsung fasilitas distribusi. "Saya sudah bertemu dengan pihak Pertamina dan Alhamdulillah, stok BBM tersedia dengan baik," kata Sarbin Sehe.
Sarbin Sehe menekankan bahwa informasi yang tidak benar mengenai kelangkaan BBM hanya akan memicu kepanikan di tengah masyarakat. Kepanikan semacam itu berpotensi menimbulkan antrean panjang yang tidak perlu di SPBU. Kondisi ini pada akhirnya dapat mengganggu kelancaran distribusi BBM di lapangan.
Masyarakat diimbau untuk tidak khawatir dan tidak mempercayai informasi hoaks yang beredar. Pemerintah Provinsi Maluku Utara berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas pasokan energi. Hal ini sangat penting terutama pascamomentum libur panjang dan arus balik Lebaran yang meningkatkan kebutuhan masyarakat.
Pengawasan Distribusi dan Koordinasi Pemerintah Jadi Kunci
Selain memastikan ketersediaan stok, Sarbin Sehe juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat dalam proses penyaluran BBM. Ia berharap semua pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan instansi teknis, terus melakukan pengawasan. Pengawasan ini bertujuan untuk mencegah penyelewengan yang dapat merugikan masyarakat sebagai konsumen.
"Pengawasan harus terus dilakukan, sehingga distribusi BBM tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu," tegasnya. Komitmen ini menunjukkan keseriusan Pemprov Maluku Utara. Mereka ingin memastikan bahwa BBM didistribusikan secara adil dan merata.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga menyatakan komitmennya untuk terus berkoordinasi erat dengan pihak Pertamina dan instansi terkait lainnya. Koordinasi ini sangat vital untuk menjaga kelancaran distribusi BBM di seluruh wilayah. Termasuk fokus pada daerah-daerah terpencil yang sering menghadapi tantangan geografis yang lebih berat.
Imbauan Bijak Informasi dan Pencegahan Panic Buying
Wagub Sarbin Sehe mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen informasi yang cerdas dan bertanggung jawab. Masyarakat diharapkan tidak menyebarkan berita yang belum terverifikasi kebenarannya. Penyebaran hoaks dapat menimbulkan dampak negatif yang luas.
Dengan kondisi stok yang telah dipastikan aman, masyarakat diharapkan dapat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Tindakan panic buying justru dapat menciptakan kelangkaan semu. Hal ini juga bisa mengganggu sistem distribusi yang sudah berjalan.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi aturan dalam pembelian BBM sesuai ketentuan yang berlaku. Kepatuhan ini penting untuk menjaga ketertiban dan memastikan semua warga mendapatkan akses yang adil terhadap BBM. Pemprov Maluku Utara akan terus berupaya menjaga stabilitas energi.
Sumber: AntaraNews