Satpol PP dan Pertamina Babel Intensifkan Pemantauan Stok BBM di SPBU
Satpol PP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Pertamina Patra Niaga memperketat pemantauan stok BBM di sejumlah SPBU Pangkalpinang untuk mencegah aksi borong dan pengetapan di tengah isu kelangkaan.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama PT Pertamina Patra Niaga Perwakilan Babel baru-baru ini memperketat pengawasan terhadap stok dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi terhadap potensi aksi borong BBM yang dapat memicu kelangkaan di masyarakat.
Pemantauan langsung di lapangan ini bertujuan untuk memastikan situasi tetap kondusif, terutama setelah munculnya isu kelangkaan BBM yang beredar di masyarakat. Isu tersebut, yang disebut-sebut dampak dari konflik di Timur Tengah, telah menyebabkan antrean panjang di beberapa SPBU.
Melalui koordinasi erat, kedua lembaga ini berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terjadi panic buying atau pembelian berlebihan. Mereka juga berkomitmen untuk menjamin ketersediaan pasokan energi yang optimal bagi seluruh warga di wilayah tersebut.
Upaya Kolaboratif Cegah Panic Buying BBM
Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP Provinsi Kepulauan Babel, Renaldi, menjelaskan bahwa tim gabungan telah turun langsung ke sejumlah SPBU di Pangkalpinang. Lokasi yang menjadi fokus pemantauan meliputi SPBU 24331151 di Jalan Alexander, Kelurahan Air Itam, SPBU 2333111 di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Pasir Garam, Kecamatan Pangkalbalam.
Selain itu, pemantauan juga dilakukan di SPBU 2433169 di Jalan Jenderal Sudirman Kota Pangkalpinang, SPBU Selindung Baru, SPBU 24331104 di Jalan RE Martadinata, Opas Indah Kecamatan Taman Sari, serta SPBU 24331116 di Bacang, Kecamatan Bukit Intan.
Menurut Renaldi, kegiatan pemantauan ini sangat penting untuk mengedukasi masyarakat dan mencegah terjadinya panic buying BBM. Ia mengakui bahwa antrean kendaraan yang cukup panjang memang terjadi di sejumlah SPBU, sebagian besar karena masyarakat terpengaruh isu kelangkaan BBM.
Antisipasi Pengetapan dan Jaminan Distribusi BBM
Selain memantau ketersediaan, tim gabungan juga melakukan pengecekan terhadap kendaraan yang berada di area SPBU. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi praktik pengetapan atau 'ngerit' BBM yang berpotensi menimbulkan kelangkaan bahan bakar minyak di masyarakat.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan komitmen Pertamina dalam menjaga kelancaran distribusi energi. Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat terkait untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.
Rusminto mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Ia menjamin bahwa ketersediaan BBM dan elpiji di wilayah tersebut terjamin, dengan penyaluran yang dilakukan secara terukur sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah.
Sumber: AntaraNews