Pemkot Singkawang Imbau Warga Tak Panic Buying BBM, Pastikan Stok Aman
Pemerintah Kota Singkawang mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying BBM menyusul antrean panjang di SPBU, Wali Kota memastikan stok BBM aman dan distribusi normal, serta akan menindak tegas penimbunan.
Pemerintah Kota Singkawang secara tegas mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan atau panic buying. Imbauan ini menyusul fenomena antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kota tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, pada Minggu, 15 Maret, langsung meninjau beberapa SPBU untuk merespons keresahan publik. Peninjauan ini dilakukan guna memastikan kondisi di lapangan serta memberikan kepastian kepada warga terkait ketersediaan BBM di wilayahnya.
Dari hasil koordinasi dengan pihak terkait, pasokan BBM dari PT Pertamina (Persero) ke Singkawang dilaporkan dalam kondisi normal dan tidak mengalami kendala distribusi. Antrean panjang yang terlihat justru disebabkan oleh peningkatan pembelian masyarakat akibat kepanikan terhadap isu kelangkaan BBM.
Pasokan BBM Normal, Antrean Akibat Kepanikan Warga
Wali Kota Tjhai Chui Mie, didampingi sejumlah pejabat, mengunjungi beberapa SPBU seperti SPBU Setapuk, SPBU Sungai Wie, SPBU Sedau, dan SPBU Pasiran. Pemantauan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran langsung mengenai situasi di lapangan dan menenangkan masyarakat.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari PT Pertamina (Persero), stok BBM untuk wilayah Singkawang dipastikan mencukupi. Distribusi berjalan lancar tanpa hambatan berarti, menunjukkan bahwa tidak ada kelangkaan pasokan yang mendasari antrean panjang tersebut.
"Stok BBM sebenarnya tersedia dan distribusi berjalan normal," ujar Tjhai Chui Mie. Ia menambahkan, "Antrean yang terjadi lebih karena masyarakat membeli dalam jumlah lebih banyak dari biasanya, terpicu oleh isu yang belum tentu benar." Pernyataan ini menegaskan bahwa masalah utama adalah perilaku panic buying BBM, bukan defisit pasokan.
Larangan Penimbunan dan Sanksi Tegas bagi Pelanggar
Wali Kota Singkawang juga memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan dari situasi ini. Ia mengingatkan agar tidak ada yang melakukan penimbunan BBM atau membeli menggunakan jeriken untuk diperjualbelikan kembali. Praktik semacam ini dapat memperparah kondisi dan merugikan masyarakat luas.
Untuk memastikan kepatuhan, aktivitas di seluruh SPBU akan dipantau secara ketat melalui kamera pengawas (CCTV). Pemerintah daerah tidak akan segan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum jika ditemukan pelanggaran. Sanksi tegas akan diberikan, baik kepada pembeli yang melanggar aturan maupun SPBU yang melayani pembelian tidak sesuai prosedur.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan harian mereka. Pembelian yang proporsional akan membantu memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan merata kepada seluruh warga yang membutuhkan. "Saya minta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu kelangkaan," tegas Tjhai Chui Mie.
SPBU Pastikan Distribusi Normal, Layani Penuh Warga
Pemilik SPBU Sungai Wie, Thony Haryadi, turut mengonfirmasi bahwa penyaluran BBM dari Pertamina ke SPBU miliknya berjalan normal seperti biasanya. Ia menjelaskan bahwa antrean panjang yang terjadi di SPBU disebabkan oleh lonjakan permintaan masyarakat. Banyak warga mulai mengantre sejak dini hari karena khawatir akan kelangkaan.
"Penyaluran dari Pertamina tetap lancar," kata Thony Haryadi. Ia menambahkan bahwa kepanikan masyarakat membuat mereka berbondong-bondong datang untuk mengisi bahan bakar. Meskipun demikian, SPBU tetap berkomitmen melayani kebutuhan masyarakat.
SPBU Sungai Wie, seperti SPBU lainnya, beroperasi penuh untuk melayani masyarakat selama 24 jam. Hal ini menunjukkan kesiapan pihak SPBU dalam menghadapi peningkatan permintaan, asalkan tidak ada perilaku panic buying yang berlebihan. Pemerintah akan terus mengawal agar distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran.
Sumber: AntaraNews