Pertamina Pastikan Stok BBM Halteng Aman Pasca-Lebaran, Masyarakat Tak Perlu Panik
PT Pertamina Patra Niaga menegaskan stok BBM di Halmahera Tengah (Halteng) aman pasca-Lebaran, menepis kekhawatiran masyarakat akibat antrean kendaraan yang sempat terjadi.
PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara, berada dalam kondisi aman. Penegasan ini disampaikan untuk menenangkan masyarakat agar tidak perlu khawatir akan pasokan energi.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menyatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung di lapangan. Hasilnya, distribusi dan penjualan BBM berjalan lancar sesuai ketentuan yang berlaku.
Pernyataan ini muncul menyusul adanya antrean kendaraan di sejumlah SPBU pasca-libur Lebaran yang sempat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Ispiani menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan indikasi kelangkaan stok BBM Halteng aman.
Distribusi Lancar, Harga Sesuai Ketentuan
Ispiani Abbas menjelaskan bahwa Pertamina telah melakukan pengecekan menyeluruh di SPBU-SPBU yang ada di Halmahera Tengah. Dari hasil pemeriksaan tersebut, stok BBM masih tersedia dalam jumlah yang cukup dan tidak ditemukan adanya pelanggaran.
Secara khusus, Pertamina memastikan tidak ada penjualan BBM di atas harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas harga dan mencegah praktik penimbunan atau penjualan ilegal yang merugikan masyarakat.
Harga BBM di wilayah Maluku Utara tetap mengacu pada ketentuan resmi, yakni Solar subsidi sebesar Rp6.800 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, Pertamax Rp12.600 per liter, dan Dexlite Rp14.500 per liter. Pertamina menjamin seluruh lembaga penyalur resmi telah menjual BBM sesuai dengan harga tersebut tanpa penyimpangan.
Antrean Bukan Karena Kelangkaan, Ini Penjelasannya
Lebih lanjut, Ispiani menambahkan bahwa antrean yang terjadi di beberapa SPBU bukan disebabkan oleh kelangkaan BBM. Fenomena ini lebih disebabkan oleh meningkatnya aktivitas masyarakat setelah masa libur panjang Hari Raya Idul Fitri.
Kondisi ini dinilai sebagai fenomena yang wajar terjadi setiap tahun, terutama saat arus balik dan aktivitas ekonomi kembali berjalan normal. Banyak masyarakat yang kembali beraktivitas dan menggunakan kendaraan, sehingga memicu peningkatan permintaan sesaat.
Meskipun terjadi antrean di beberapa titik, hal itu tidak berkorelasi dengan ketersediaan stok BBM Halteng aman. Penyaluran BBM tetap berjalan setiap hari dan Pertamina memastikan pasokan terus terpenuhi untuk kebutuhan masyarakat.
Imbauan Pertamina untuk Masyarakat
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying. Tindakan ini dapat memicu kepadatan di SPBU dan berpotensi mengganggu kelancaran distribusi BBM secara keseluruhan.
Selain itu, masyarakat diingatkan agar hanya membeli BBM di lembaga penyalur resmi seperti SPBU, Pertashop, dan mitra resmi lainnya. Pembelian di tempat resmi penting untuk menjamin kualitas produk, ketepatan takaran, serta kesesuaian harga dengan ketentuan yang berlaku.
Ispiani menegaskan bahwa Pertamina tidak dapat menjamin kualitas maupun harga BBM yang dijual di luar lembaga penyalur resmi. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap membeli di tempat resmi demi keamanan dan kenyamanan.
Sebagai bentuk pelayanan, Pertamina juga membuka akses informasi bagi masyarakat yang membutuhkan keterangan lebih lanjut terkait produk maupun distribusi BBM di wilayah Maluku Utara. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum tentu benar.
Sumber: AntaraNews