Bahlil Jamin Harga BBM Subsidi Aman meski ICP Naik dan Rupiah Lesu
Bahlil memastikan bahwa kas negara masih kuat untuk menjaga agar harga BBM subsidi tidak naik hingga akhir 2026 nanti.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjamin nilai tukar rupiah yang semakin tersungkur, hingga kenaikan harga minyak mentah Indonesia (ICP) April 2026, tidak akan berpengaruh terhadap harga BBM subsidi.
Adapun Kementerian ESDM telah menetapkan rata-rata Indonesian Crude Price per April 2026 sebesar USD 117,31 per barel, atau lebih dari Rp 2 juta per barel (kurs Rp 17.684 per dolar AS).
Di sisi lain, kurs rupiah pada penutupan perdagangan hari ini melemah 38 poin atau 0,22 persen menjadi Rp 17.706 per dolar AS. Meskipun begitu, Bahlil mengatakan bahwa rata-rata harga minyak mentah Indonesia secara year to date hingga saat ini masih berada di bawah USD 100 per barel.
"Rata-rata yang dimaksud itu Januari sampai dengan sekarang. Kalau sampai sekarang kan ICP dunia naik-turun terus. Rata-rata ICP kita sekarang kurang lebih USD 80-81 (per barel), dari Januari sampai sekarang. Jadi belum sampai USD 100 (per barel)," jelasnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Oleh karenanya, Bahlil memastikan bahwa kas negara masih kuat untuk menjaga agar harga BBM subsidi tidak naik hingga akhir 2026 nanti.
"Tidak akan naik, Insya Allah ya. Insya Allah sampai akhir tahun. (Anggaran subsidinya cukup?) Cukup dong, cukup," ujar Bahlil.
ICP Naik Rp 265 Ribu
Adapun ICP atau harga minyak mentah Indonesia April 2026 ditetapkan sebesar USD 117,31 per barel, atau mengalami kenaikan USD 15,05 (Rp 265.260) dibandingkan Maret 2026 yang tercatat USD 102,26 (Rp 1,8 juta) per barel.
Penetapan tersebut disahkan dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 203.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Bulan April 2026.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menjelaskan, kenaikan harga minyak mentah utama di pasar internasional pada April 2026 secara umum dipengaruhi oleh meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Khususnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak global.
"Peningkatan harga minyak mentah pada April 2026 dipengaruhi oleh berlanjutnya eskalasi konflik geopolitik yang meningkatkan risiko gangguan suplai minyak dunia, terutama terkait kondisi di kawasan Timur Tengah dan Selat Hormuz," ujar Laode, Selasa (19/5/2026).
Ekonomi China Kerek Sentimen Positif
Selain faktor geopolitik, pertumbuhan ekonomi China pada kuartal I 2026 yang mencapai 5 persen secara tahunan turut memberikan sentimen positif terhadap permintaan minyak dunia.
Lebih lanjut, Laode menambahkan bahwa meskipun harga minyak dunia masih berpotensi mengalami tekanan akibat kondisi geopolitik global, terdapat beberapa faktor yang dapat menahan kenaikan harga.
Antara lain, proyeksi penurunan permintaan minyak global pada kuartal II 2026 yang diperkirakan sebesar 5 juta bph secara tahunan (YoY), dan potensi terbukanya kembali jalur diplomasi damai antara Iran dan Amerika Serikat.
"Pemerintah akan terus memantau perkembangan pasar minyak global secara cermat untuk menjaga ketahanan energi nasional serta memastikan stabilitas pasokan energi dalam negeri," jelas Laode.
Harga Minyak Dunia April 2026
Secara rinci, berikut perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada April 2026 dibandingkan Maret 2026 yang mengalami peningkatan:
- Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia meningkat sebesar USD 15,05 per bbl dari USD 102,26 per bbl menjadi USD 117,31 per bbl.
- Brent (ICE) meningkat sebesar USD 2,86 per bbl dari USD 99,60 per bbl menjadi USD 102,46 per bbl.
- WTI (Nymex) meningkat sebesar USD 7,06 per bbl dari USD 91,01 per bbl menjadi USD 98,06 per bbl.
- Dated Brent meningkat sebesar USD 16,66 per bbl dari USD 103,89 per bbl menjadi USD 120,55 per bbl.
- Basket OPEC menurun sebesar USD 7,81 per bbl dari USD 116,36 per bbl menjadi USD 108,55 per bbl (per tanggal 29 April 2026).