Menteri Bahlil Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik, Bagaimana dengan Pertamax Cs?
Mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang merupakan perubahan atas Kepmen ESDM Nomor 62 K/12/MEM/2020.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjamin harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar Subsidi tidak akan naik. Namun, ia belum memberi kepastian soal kenaikan harga BBM non-subsidi seperti Pertamax dan lainnya.
Bahlil menjelaskan, pemerintah secara aturan telah mempersilakan Pertamina maupun badan usaha swasta untuk melakukan penyesuaian harga BBM non subsidi setiap bulannya.
Mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang merupakan perubahan atas Kepmen ESDM Nomor 62 K/12/MEM/2020.
"Saya sampaikan, pemerintah kan mengatur secara langsung itu adalah BBM subsidi. Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM pada tahun 2022, BBM non subsidi itu kan berdasarkan harga pasar," kata Bahlil di kantornya, Jakarta, Jumat (17/4).
Atas dasar itu, pemerintah telah mengajak Pertamina dan pengelola SPBU swasta untuk merumuskan penyesuaian harga BBM non subsidi.
"Nah tinggal kita lihat kapan itu dilakukan penyesuaian, tapi feeling saya atas dasar rapat-rapat kami dengan Pertamina maupun badan usaha swasta, udah hampir selesai sih," dia menambahkan.
Merujuk pada regulasi yang ada, formula harga dasar BBM dihitung berdasarkan tiga komponen utama, yakni harga indeks pasar, konstanta, dan margin. Selanjutnya, harga jual eceran ditetapkan dengan menambahkan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 11 persen serta pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sesuai ketentuan masing-masing daerah.
Meskipun pemerintah tidak melakukan intervensi, badan usaha wajib melaporkan penetapan harga setiap bulan atau saat ada perubahan kepada Menteri ESDM. Namun dalam konteks saat ini, pemerintah memutuskan untuk menahan adanya perubahan harga per 1 April 2026 lalu.
Ikuti Harga Pasar
Saat dikonfirmasi ulang apakah Pertamina dan badan usaha swasta bakal diizinkan untuk menaikan harga BBM non subsidi, Bahlil tetap merujuk pada aturan dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022.
Menurut dia, aksi pemerintah menahan kenaikan harga BBM untuk seluruh jenis pada 1 April lalu jadi langkah antisipasi agar pasar tidak ikut terdampak lonjakan harga minyak dunia.
"Itu dihitung secara penyesuaian. Kan negara juga harus dilakukan penyesuaian, kemarin kan harganya tiba-tiba, tuung (melonjak). Nah, kita lakukan penyesuaian," kata Bahlil.
Ia pun meminta publik bersabar terhadap keputusan akhir bagi harga BBM non subsidi. "Tunggu saja," ucap Bahlil singkat.
Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik di 2026
Sebelumnya, Bahlil telah memastikan bahwa harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026. Pernyataan itu dikeluarkan sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto.
Bahlil menyampaikan, stabilitas harga BBM subsidi masih sejalan dengan stok energi nasional yang masih terjaga di atas standar minimum, baik untuk BBM jenis gasoline maupun jenis gasoil, hingga LPG.
"Sekali lagi saya katakan bahwa kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden, bahwa harga BBM subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun, Insya Allah sampai selama-lamanya ya," kata Bahlil di Istana Negara pada Kamis (16/4) kemarin.
Harga ICP Masih dalam Jangkauan APBN
Menurut perhitungannya, harga minyak mentah Indonesia (ICP) saat ini masih berada di bawah standar kemampuan APBN. Sehingga ruang fiskal dinilai masih cukup untuk menjaga harga BBM subsidi tak naik.
"Ini kan tergantung dengan harga ICP, tapi kalau sampai dengan USD 100 (per barel) itu sudah aman dalam APBN. Sekarang harga rata-rata ICP Januari sampai dengan sekarang itu tidak lebih dari USD 77 (per barel). Jadi kita itu baru split USD 7," ungkapnya.
Di sisi lain, Bahlil juga telah mendapat arahan dari Prabowo untuk terus memutar otak agar stok energi di dalam negeri cukup untuk ketersediaan hingga satu tahun.
"Untuk crude satu tahun dari mulai bulan ini sampai dengan bulan Desember Insya Allah sudah aman. Jadi kita enggak perlu risau tinggal kita meningkatkan produksi daripada kilang kita," ujar dia.