Pertamina Pastikan Stok BBM Bengkulu Aman, Tak Terdampak Konflik Internasional
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menjamin stok BBM di Bengkulu tetap aman dan terkendali, menepis kekhawatiran dampak konflik internasional.
Bengkulu, 8 Maret 2026 – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menegaskan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Provinsi Bengkulu berada dalam kondisi aman dan terkendali. Kepastian ini disampaikan di tengah isu konflik internasional yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang dikhawatirkan dapat memengaruhi ketersediaan energi. Masyarakat diimbau untuk tidak khawatir atau melakukan pembelian berlebihan.
Mochammad Farid Akbar, Sales Area Manager Retail Bengkulu PT Pertamina Patra Niaga, menjelaskan bahwa ketahanan stok BBM di Bengkulu saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga beberapa hari ke depan. Hal ini menunjukkan kesiapan Pertamina dalam mengantisipasi berbagai kondisi, termasuk potensi gejolak global. Pendistribusian BBM dari Terminal Pulau Baai juga dilaporkan berjalan normal tanpa kendala.
Pernyataan ini bertujuan untuk menenangkan masyarakat Bengkulu terkait ketersediaan BBM. Pertamina secara rutin memantau dan memastikan kelancaran suplai, serta memiliki rencana pengiriman tambahan untuk menjaga stabilitas pasokan di seluruh wilayah. Tidak ada pembatasan penyaluran BBM dari terminal ke SPBU, memastikan akses masyarakat tetap terjaga.
Ketersediaan dan Distribusi Stok BBM di Bengkulu
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel merinci ketersediaan stok BBM di Bengkulu per hari Jumat, 7 Maret 2026. Stok Pertamax tercatat sebanyak 930 Kiloliter (KL), cukup untuk lebih dari empat hari konsumsi. Sementara itu, Pertalite tersedia 2.873 KL yang diperkirakan mencukupi hingga lima hari ke depan. Untuk Biosolar B40, stok mencapai 4.557 KL, diproyeksikan bertahan hingga 13 hari.
Distribusi BBM dari Terminal Pulau Baai pada Kamis, 6 Maret 2026, berjalan lancar. Penyaluran meliputi 688 KL Pertalite, 336 KL Pertamax, dan 219 KL Biosolar. Angka-angka ini menunjukkan aktivitas distribusi yang konsisten untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat dan industri di Bengkulu.
Mochammad Farid Akbar menegaskan bahwa informasi mengenai ketersediaan BBM yang hanya cukup untuk 20 hari akibat konflik Iran, Israel, dan Amerika Serikat tidak berdampak pada kondisi pasokan di Bengkulu. “Stok aman. Tidak ada pembatasan penyaluran BBM dari terminal ke SPBU. Sejauh ini belum ada dampak konflik internasional terhadap ketahanan stok BBM di Provinsi Bengkulu,” ujarnya.
Antisipasi dan Penambahan Pasokan BBM
Untuk lebih menjamin ketersediaan, Pertamina telah mengestimasi kedatangan pasokan tambahan BBM ke Bengkulu. Pada Jumat malam, sekitar pukul 19.30 WIB, kapal tanker SPOB Dato Siri Loe dijadwalkan tiba membawa tambahan 3.500 KL Pertalite.
Selain itu, pada tanggal 8 Maret mendatang, kedatangan kapal SPOB Gaharu Oleum 18 juga telah diestimasi. Kapal ini akan membawa stok Pertalite sebanyak 2.400 KL serta Pertamax sejumlah 1.600 KL. Penambahan pasokan ini merupakan langkah proaktif Pertamina untuk menjaga agar stok BBM di Bengkulu tetap optimal dan mencukupi kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Farid mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir atau melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying). Persediaan berbagai jenis BBM di Bengkulu masih dalam kondisi aman dan terkendali. Pertamina terus berkomitmen untuk memastikan kelancaran distribusi energi di seluruh wilayah operasionalnya.
Sumber: AntaraNews