Mahkamah Konstitusi
Topik Populer
Berita Utama
Berita Terbaru
-
berita update Pangkoopsudnas Apresiasi Latihan Kesiagaan II Kodau I Reksa Siaga 2026, Uji Kesiapan Penanggulangan Bencana
-
-
banjir gorontalo Kunjungan Rachmat Gobel ke Gorontalo Utara: Komitmen Perbaikan Pasca-Banjir di Desa Didingga
-
bengkulu Pererat Kemanunggalan, Kodim 0409/Rejang Lebong Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Masyarakat
-
budidaya lele lapas dharmasraya Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Dharmasraya Kembangkan Budidaya Lele dan Pertanian untuk Warga Binaan
Berita Populer
-
Demo di Gejayan Sleman, Aliansi Rakyat Memanggil Sampaikan 8 Tuntutan
-
Polisi Tetapkan Satu Tersangka Pembawa Bom Molotov saat Demo Mahasiswa di Jakarta
-
Tanggapi Aksi Mahasiswa, Qodari Sebut Pemerintah Fokus Efisiensi APBN
-
Pemprov DKI Lempar ke Pihak Ketiga soal Ramai CCTV di Jakarta Mati saat Demo Mahasiswa
-
Viral Kepulan Asap Diduga Gas Air Mata saat Demo di Salemba Jakarta, Polisi Buka Suara
Berita Utama Lainnya
-
-
-
anwar usman Anwar Usman Titip Harapan ke Liliek Prisbawono Hakim MK Baru yang Menggantikannya, ini Isinya
-
-
-
kesehatan nasional Menteri Koordinator Yusril Ihza Mahendra Dorong Organisasi Profesi Tunggal Tenaga Kesehatan
-
-
bambang rukminto Analis Soroti Ketiadaan Batas Masa Jabatan Kapolri, Berpotensi Pengaruhi Independensi
-
-
Adies menjadi calon tunggal sebagai calon hakim MK usulan DPR menggantikan Arief Hidayat yang akan memasuki masa pensiun.
Adies menjadi calon tunggal sebagai calon hakim MK usulan DPR.
Seorang mahasiswa UMY mengajukan uji materi UU LLAJ ke MK setelah mengalami kecelakaan serius akibat puntung rokok, menuntut perlindungan hukum yang lebih tegas.
Akademisi UIN Datokarama Palu menyoroti upaya Mahkamah Konstitusi (MK) dalam menegakkan keadilan substantif, melampaui keadilan prosedural demi menjaga keseimbangan hukum dan sosial.
Putusan itu tertuang dalam Nomor 145/PUU-XXIII/2025. Sanksi pidana atau perdata hanya bisa ditempuh usai seluruh mekanisme di meja Dewan Pers selesai.
Hakim MK Anwar Usman, menyatakan ketidakpuasannya terhadap laporan kinerja hakim MK yang disampaikan Mahkamah Kehormatan MK pada akhir tahun lalu.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan revisi UU Pemilu tidak akan mengatur koalisi permanen, menegaskan semangat konstruktif pemerintah dalam penyempurnaan aturan pesta demokrasi.
Gugatan tersebut dilayangkan seorang peneliti bernama Bonatua Silalahi ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Serikat buruh mendesak DPR dan pemerintah segera membahas Undang-Undang Ketenagakerjaan Baru sesuai amanat Mahkamah Konstitusi. Namun, Kementerian Ketenagakerjaan masih fokus pada jaring aspirasi publik yang menjadi bagian penting dalam proses perumusan k
Mereka menggugat pasal tersebut karena menilai dirugikan haknya untuk berekspresi, berkomunikasi, dan memperoleh persamaan kedudukan di hadapan hukum.