MPR Tegaskan Pentingnya Sistem Perlindungan Digital Memadai untuk Perempuan dan Anak
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyoroti urgensi sistem perlindungan digital yang kuat, terutama bagi perempuan dan anak, di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Ini penting untuk menghadapi berbagai ancaman siber.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan bahwa perkembangan dunia digital harus diimbangi dengan sistem perlindungan yang memadai bagi setiap warga negara. Penekanan ini terutama ditujukan untuk melindungi perempuan dan anak dari berbagai ancaman yang menyertainya. Lestari menegaskan bahwa digitalisasi membawa kemudahan sekaligus risiko yang memerlukan perhatian serius dari semua pihak.
Menurut Lestari, transformasi digital tidak hanya menghadirkan teknologi yang mempermudah aktivitas manusia, tetapi juga menimbulkan ancaman. Ancaman ini khususnya berdampak pada perempuan dan anak, sehingga sistem perlindungan yang tepat sangat dibutuhkan. Pernyataan ini disampaikan Lestari dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menunjukkan bahwa sembilan dari sepuluh anak usia 5 tahun ke atas di Indonesia sudah aktif berinternet. Aktivitas daring ini secara signifikan memengaruhi tumbuh kembang mereka, sekaligus mengubah cara perempuan dan anak belajar, bekerja, serta berinteraksi di masyarakat.
Ancaman dan Urgensi Perlindungan di Ruang Digital
Lestari Moerdijat menegaskan bahwa kecepatan penetrasi di ruang digital dalam kehidupan masyarakat harus segera diimbangi dengan langkah perlindungan yang nyata. Hal ini krusial untuk menjaga keamanan dan kesejahteraan seluruh warga negara di era digital. Tanpa perlindungan memadai, potensi risiko akan semakin besar.
Perkembangan teknologi digital, meskipun membawa banyak manfaat, juga membuka celah bagi berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi. Perempuan dan anak seringkali menjadi kelompok rentan yang menjadi target utama dari ancaman siber ini. Oleh karena itu, kesadaran akan risiko sangat penting.
Dampak kekerasan di ruang digital sangat nyata bagi masyarakat, termasuk terhadap perempuan dan anak. Dampak tersebut mencakup kerusakan reputasi, gangguan kesehatan mental, hambatan dalam pendidikan, hingga ancaman serius terhadap keselamatan fisik korban. Kondisi ini menuntut respons cepat dan terkoordinasi dari berbagai pihak.
Peran Kebijakan dan Implementasi PP Tunas
Lestari Moerdijat, yang akrab disapa Rerie, berpendapat bahwa sejumlah aturan dan kebijakan perlindungan di ranah daring yang telah dibuat harus menjadi perhatian serius. Pelaksanaannya memerlukan komitmen kuat dari semua pihak terkait. Ini termasuk pemerintah, masyarakat, dan penyedia layanan digital.
Salah satu regulasi penting adalah Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas). Peraturan ini dijadwalkan mulai berlaku pada Maret 2026.
Sebagai anggota Komisi X DPR RI, Rerie menyatakan bahwa PP Tunas harus mampu diterapkan secara efektif. Implementasi regulasi ini merupakan bagian dari upaya melahirkan sistem perlindungan yang memadai di ruang digital bagi generasi penerus bangsa.
Kolaborasi dan Literasi Digital untuk Ruang Aman
Ancaman di ruang digital memerlukan penanganan bersama oleh para pemangku kepentingan dan masyarakat luas. Peningkatan literasi digital menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan yang terus berkembang ini. Edukasi yang berkelanjutan sangat dibutuhkan.
Selain itu, pemahaman yang mendalam terkait kebijakan perlindungan di ruang digital juga sangat diperlukan. Hal ini akan membantu individu dan keluarga untuk mengenali serta menghindari berbagai risiko daring yang mungkin muncul. Pengetahuan akan hak dan kewajiban di dunia maya menjadi esensial.
Mewujudkan ruang digital yang aman dan mampu mengakselerasi proses-proses pembangunan dengan baik adalah tujuan bersama. Dengan demikian, diharapkan dapat lahir generasi penerus bangsa yang berdaya saing tinggi di masa depan, yang mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan aman.
Sumber: AntaraNews