Konser Badai Pasti Berlalu: Nostalgia Karya Erros Djarot Pukau Balai Sarbini
Konser Badai Pasti Berlalu sukses membawa penonton bernostalgia dengan karya legendaris Erros Djarot, menghadirkan musisi papan atas di Balai Sarbini, Jakarta.
Konser “Badai Pasti Berlalu” sukses digelar di Balai Sarbini, Jakarta, pada Sabtu (25/4) malam. Acara ini menyuguhkan pengalaman nostalgia mendalam terhadap karya-karya maestro musik legendaris, Erros Djarot. Sejumlah musisi papan atas turut memeriahkan panggung, membawakan lagu-lagu ikonik yang telah diaransemen ulang.
Konser ini menjadi penanda 52 tahun perjalanan Erros Djarot dalam berkarya di industri musik Indonesia. Fokus utama pertunjukan adalah lagu-lagu dari album “Badai Pasti Berlalu” yang pertama kali dirilis pada tahun 1977. Album tersebut sebelumnya melibatkan nama-nama besar seperti Chrisye dan Yockie Suryo Prayogo dalam proses produksinya.
Erros Djarot secara langsung membuka acara, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para penonton dan musisi yang terlibat. Ia menegaskan bahwa semua lagu yang diciptakannya berpusat pada cinta, dan berharap penonton menikmati setiap penampilan yang disuguhkan malam itu. Konser ini digagas oleh Kolam Ikan Creative Communication.
Pembuka Penuh Emosi dan Penghormatan Musisi
Malam nostalgia “Badai Pasti Berlalu” diawali dengan penampilan memukau dari Once Mekel. Vokalis berkarakter ini membawakan dua lagu populer yang pernah dipopulerkan oleh mendiang Chrisye, yaitu “Selamat Jalan Kasih” dan “Merpati Putih”. Penampilannya berhasil membangkitkan kenangan indah bagi para penonton yang hadir.
Once Mekel turut memberikan testimoni mengenai sosok Erros Djarot. “Yang jelas lagu-lagu keren begini tidak lepas dari pengalaman-pengalaman yang luar biasa dari Om Erros,” tutur Once. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap pengalaman luar biasa yang dimiliki oleh Erros.
Selain sebagai musisi, Once juga menyoroti peran Erros Djarot sebagai produser film legendaris, sutradara, dan aktivis. “Di samping musik juga menjadi produser film yang legendaris, lalu kemudian sutradara, dan juga menjadi aktivis, banyak lagi,” tambahnya. Hal ini menunjukkan bahwa Erros adalah sosok multitalenta yang telah memberikan banyak kontribusi bagi dunia seni dan masyarakat.
Deretan Bintang Membawakan Karya Abadi
Setelah penampilan Once Mekel, panggung “Badai Pasti Berlalu” dilanjutkan oleh musisi muda berbakat, Ardhito Pramono. Dengan gaya khasnya, Ardhito membawakan lagu “Malam Pertama”, memberikan sentuhan segar pada karya klasik tersebut. Penampilannya disambut hangat oleh penonton.
Musisi legendaris Vina Panduwinata juga tidak ketinggalan memeriahkan konser ini. Ia membawakan lagu “Matahari” dengan penuh penghayatan, membuktikan kualitas vokalnya yang tak lekang oleh waktu. “Senang sekali saya, senang sekali bahwa kita semuanya hadir untuk Mas Eros Djarot dan perjalanannya selama 50 tahun, luar biasa,” tutur Vina.
Deretan penyanyi papan atas terus berlanjut dengan Titi DJ yang membawakan lagu “Cintaku”. Kemudian, DirlyDave menyanyikan lagu “Badai Pasti Berlalu” yang menjadi judul konser, dan Rio Febrian tampil membawakan “Baju Pengantin”. Setiap penampilan berhasil menghidupkan kembali nuansa lagu-lagu tersebut.
Semua karya yang dibawakan dalam konser ini telah diaransemen ulang oleh Demas Narawangsa dan Yankjay. Aransemen baru ini memberikan sentuhan musikal kontemporer. Namun, mereka tetap mempertahankan karakter dan orisinalitas yang telah melekat kuat pada setiap lagu.
Penutup Manis Penuh Cinta dari Erros Djarot
Konser “Badai Pasti Berlalu” mencapai puncaknya dengan penampilan duet Titi DJ dan Vina Panduwinata. Keduanya berkolaborasi membawakan sejumlah lagu seperti “Semusim”, “Pelangi”, hingga “Serasa”. Harmonisasi suara mereka menjadi penutup yang indah untuk malam penuh nostalgia tersebut.
Di akhir acara, Erros Djarot kembali ke panggung untuk menyampaikan kata penutup. Dengan tulus, ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini. Erros menegaskan bahwa tanpa dukungan mereka, konser ini tidak akan berarti apa-apa.
“Terima kasih sekali lagi, I love you all. Tanpa kalian kita enggak ada apa-apanya. Sekali lagi yang saya bisa berikan kepada kalian adalah my sincere love,” tutup Erros Djarot. Pesan cinta dan apresiasi ini menjadi penutup manis yang meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh hadirin.
Sumber: AntaraNews