Gubernur Anwar Hafid Percepat Digitalisasi Pemerintahan Sulteng, Targetkan Pelayanan Publik Efisien
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mendorong percepatan Digitalisasi Pemerintahan Sulteng dan pembenahan data, menuntut inovasi serta prestasi dari para pejabat demi pelayanan publik yang lebih baik dan akurat.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) secara serius mempercepat proses digitalisasi dalam lingkup pemerintahannya, khususnya pada sektor pelayanan publik. Langkah ini diambil untuk memastikan efisiensi dan kemudahan akses bagi masyarakat, sejalan dengan tuntutan era modern. Gubernur Sulteng Anwar Hafid menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak boleh lagi dilakukan secara manual.
Penegasan ini disampaikan Gubernur Anwar Hafid saat melantik 389 pejabat administrator di lingkungan Pemprov Sulteng yang berlangsung di Palu pada Kamis, 15 Januari. Beliau menekankan bahwa seluruh urusan masyarakat harus dapat diselesaikan secara digital, bahkan tanpa perlu pertemuan fisik langsung. Target ambisius ini diharapkan dapat tercapai dalam waktu tiga bulan ke depan, dengan dukungan penuh dari seluruh jajaran.
Selain fokus pada digitalisasi, Gubernur juga menyoroti pentingnya pembenahan data yang akurat dan mutakhir sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah. Data yang tidak valid dan usang disebut sebagai penyebab ketidakakuratan perencanaan selama ini, sehingga pembaruan data menjadi prioritas utama.
Transformasi Digital untuk Pelayanan Publik Optimal
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid secara tegas menyatakan bahwa era pelayanan manual harus berakhir di lingkungan Pemprov Sulteng. Penekanan pada Digitalisasi Pemerintahan Sulteng ini bertujuan agar masyarakat dapat menyelesaikan berbagai urusan secara efisien melalui platform digital, meminimalkan kebutuhan interaksi tatap muka. Hal ini merupakan bagian dari upaya besar untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan layanan publik.
Untuk mencapai target ini, Gubernur Anwar Hafid berjanji akan bersikap tegas terhadap pejabat dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tidak mampu memenuhi target digitalisasi yang ditetapkan. Seluruh jajaran diminta untuk bekerja aktif dan saling mendukung, menciptakan sinergi yang kuat demi suksesnya program percepatan digitalisasi ini dalam tiga bulan ke depan. Komitmen ini menunjukkan keseriusan Pemprov Sulteng dalam mewujudkan pemerintahan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan zaman.
Akurasi Data sebagai Fondasi Pembangunan
Selain mendorong Digitalisasi Pemerintahan Sulteng, Gubernur Anwar Hafid juga menyoroti masalah krusial terkait akurasi data dalam perencanaan pembangunan daerah. Beliau mengkritik praktik penggunaan data yang tidak valid dan tidak mutakhir, seperti masih memakai data tahun 2010 untuk perencanaan tahun 2025, yang berujung pada ketidakakuratan perencanaan. Oleh karena itu, melengkapi dan memperbarui data menjadi pekerjaan nomor satu yang harus segera diselesaikan.
Pembaruan data ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap kebijakan dan program pembangunan yang dirancang benar-benar berbasis pada informasi yang relevan dan terkini. Dengan data yang akurat, Pemprov Sulteng dapat membuat keputusan yang lebih tepat sasaran dan efektif, sehingga pembangunan daerah dapat berjalan optimal. Ini adalah langkah fundamental untuk membangun fondasi perencanaan yang kuat dan berkelanjutan.
Merit System dan Dorongan Inovasi Pejabat
Dalam upaya menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berorientasi pada hasil, Gubernur Anwar Hafid juga berkomitmen untuk menerapkan merit system berbasis prestasi. Sistem penilaian kinerja yang objektif dan adil ini akan menjadi dasar promosi dan pengembangan karir pejabat di lingkungan Pemprov Sulteng. Beliau menegaskan bahwa yang dibutuhkan adalah pejabat yang bekerja dan berprestasi, bukan yang pandai bermanuver.
Gubernur secara terbuka mendorong seluruh pejabat, mulai dari kepala bidang hingga jabatan fungsional, untuk melahirkan inovasi yang berdampak nyata. Bahkan, beliau menjanjikan dukungan anggaran dan promosi jabatan bagi pejabat yang mampu menghadirkan inovasi yang masuk akal dan bermanfaat dalam waktu tiga bulan. Komitmen ini diharapkan dapat memicu semangat kreativitas dan produktivitas di kalangan aparatur sipil negara, mendukung percepatan Digitalisasi Pemerintahan Sulteng dan pembangunan daerah secara keseluruhan.
Sumber: AntaraNews