OJK Sulteng Jangkau Ratusan Ribu Peserta dalam Program Literasi Keuangan Awal 2026

OJK Sulawesi Tengah menjangkau 349.497 peserta melalui program literasi keuangan Januari-Maret 2026, menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan pemahaman finansial masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
OJK Sulteng Jangkau Ratusan Ribu Peserta dalam Program Literasi Keuangan Awal 2026
OJK Sulawesi Tengah menjangkau 349.497 peserta melalui program literasi keuangan Januari-Maret 2026, menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan pemahaman finansial masyarakat. (AntaraNews)

Palu, Sulawesi Tengah – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan pemahaman finansial masyarakat. Sepanjang periode Januari hingga Maret 2026, OJK Sulteng berhasil mengedukasi sebanyak 349.497 peserta melalui berbagai kegiatan literasi keuangan.

Kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan OJK untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan yang memadai mengenai produk dan layanan jasa keuangan. Tujuannya agar masyarakat mampu mengambil keputusan finansial yang tepat dan terhindar dari risiko investasi ilegal serta pinjaman daring ilegal.

Kepala OJK Sulawesi Tengah, Bonny Hardi Putra, di Palu, menyatakan bahwa pihaknya secara rutin melaksanakan 84 kegiatan edukasi selama tiga bulan pertama tahun 2026. Inisiatif ini menyasar beragam kalangan di berbagai wilayah Sulawesi Tengah, menegaskan pentingnya literasi keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat.

OJK Sulteng terus gencar melaksanakan kegiatan edukasi keuangan sebagai bentuk nyata komitmennya dalam meningkatkan literasi masyarakat. Edukasi ini menyasar berbagai kelompok, mulai dari pelajar, mahasiswa, guru, perempuan, karyawan, hingga pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Selain itu, petani, nelayan, pensiunan, komunitas, pekerja informal, profesional, dan penyandang disabilitas juga menjadi target utama program ini.

Bonny Hardi Putra menjelaskan bahwa tujuan utama edukasi ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan yang tersedia. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat membuat keputusan keuangan yang cerdas dan melindungi diri dari berbagai risiko finansial yang merugikan, termasuk penipuan investasi dan jeratan pinjaman daring ilegal.

Edukasi ini menjadi benteng pertahanan bagi masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh tawaran investasi bodong atau pinjaman daring ilegal yang kerap merugikan. OJK percaya bahwa literasi keuangan yang kuat adalah kunci menuju kesejahteraan finansial yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tengah.

Selain upaya literasi, berbagai indikator inklusi keuangan di Sulawesi Tengah juga menunjukkan tren yang sangat positif hingga Maret 2026. Hal ini mencerminkan keberhasilan program-program OJK dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

  • Jumlah rekening Simpanan Pelajar (SimPel) mencapai 40.221 rekening, menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 22,17 persen secara tahunan dibandingkan Maret 2025 yang hanya 32.923 rekening.
  • Rekening Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) meningkat drastis hingga 98,28 persen secara tahunan, dari 232 rekening pada Maret 2025 menjadi 460 rekening pada Maret 2026.
  • Agen Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) juga bertumbuh mencapai 23.131 agen, naik 2,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 22.469 agen.
  • Jumlah rekening tabungan emas mengalami lonjakan sebesar 90,96 persen secara tahunan, dari 34.398 rekening pada Maret 2025 menjadi 65.688 rekening pada Maret 2026.

Peningkatan ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat Sulawesi Tengah yang mulai memanfaatkan produk dan layanan keuangan formal, yang pada gilirannya akan mendukung stabilitas ekonomi daerah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi