Pemprov Sulteng Perkuat Komitmen ASN untuk Pelayanan Publik Maksimal
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menegaskan kembali Komitmen ASN Sulteng dalam melayani masyarakat secara profesional, didukung percepatan digitalisasi dan Command Center untuk respons yang lebih cepat.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) kembali menekankan pentingnya Komitmen ASN Sulteng dalam memberikan pelayanan publik yang maksimal dan profesional. Gubernur Sulteng Anwar Hafid secara langsung mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara di wilayahnya mengenai tanggung jawab ini pada Senin (05/1) di Palu. Penegasan ini bertujuan untuk memastikan setiap ASN memahami peran vitalnya sebagai abdi negara.
Arahan tersebut disampaikan mengingat sekitar 22.126 ASN Pemprov Sulteng dibiayai oleh negara dengan satu tujuan utama, yaitu melayani masyarakat sebaik-baiknya. Masyarakat hanya membutuhkan kepastian dan kesungguhan dalam setiap layanan yang diberikan oleh pemerintah. Oleh karena itu, setiap aduan rakyat harus ditanggapi dengan serius dan sesuai kemampuan yang dimiliki.
Selain itu, Pemprov Sulteng juga mengaktifkan Command Center sejak malam pergantian tahun 2025 sebagai langkah konkret percepatan pelayanan publik. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memasuki era digitalisasi, sekaligus memperkuat respons terhadap kebutuhan masyarakat. Hal ini diharapkan dapat mewujudkan target pembangunan daerah secara lebih efektif dan efisien.
Pentingnya Komitmen dan Tanggung Jawab Moral ASN
Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa sumpah jabatan yang telah diucapkan oleh para ASN bukanlah hal yang bisa dianggap remeh. “Sumpah jabatan jangan dianggap main-main. Kita bersumpah di hadapan Allah SWT. Itu adalah tanggung jawab moral dan spiritual yang harus dijaga dalam pelaksanaan tugas,” katanya menegaskan. Tanggung jawab ini melekat pada setiap individu ASN dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.
Negara membiayai para ASN bukan tanpa tujuan, melainkan untuk memastikan pelayanan terbaik bagi rakyat. Rakyat, menurut Gubernur, hanya membutuhkan dua hal utama dalam pelayanan, yaitu kepastian dan kesungguhan. Oleh karena itu, seluruh ASN diminta untuk melayani setiap aduan masyarakat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, tanpa terkecuali.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Gubernur mengajak seluruh ASN untuk meningkatkan kinerja dan memperkuat komitmen pelayanan publik. Dengan jumlah ASN Pemprov Sulawesi Tengah yang mencapai sekitar 22.126 orang, diharapkan mereka dapat bekerja sebagai satu tim untuk mencapai target pembangunan daerah.
Transformasi Pelayanan Publik Melalui Command Center
Dalam upaya mempercepat respons terhadap kebutuhan masyarakat, Pemprov Sulteng telah mengaktifkan Command Center sejak malam pergantian tahun 2025. Langkah ini menjadi bagian penting dari percepatan pelayanan publik dan menandai komitmen pemerintah daerah dalam memasuki era digitalisasi pemerintahan pada tahun 2026.
Melalui Command Center ini, setiap pertanyaan, laporan, maupun keluhan masyarakat yang masuk akan diterima oleh operator. Selanjutnya, informasi tersebut akan diteruskan secara cepat dan tepat kepada perangkat daerah terkait untuk segera ditindaklanjuti. Mekanisme ini dirancang untuk memastikan tidak ada aduan masyarakat yang terabaikan dan setiap masalah dapat ditangani dengan efisien.
Gubernur Anwar Hafid menekankan bahwa tindak lanjut dari respons terhadap masyarakat ini akan sangat berpengaruh pada penilaian kinerja ASN. “Tindak lanjut dari respons terhadap masyarakat ini akan berpengaruh pada penilaian kinerja, termasuk dalam penambahan penghasilan aparatur,” katanya. Hal ini menjadi motivasi tambahan bagi ASN untuk memberikan pelayanan terbaik.
Disiplin Kerja dan Implementasi Program Unggulan “9 Berani”
Selain komitmen pelayanan, Gubernur juga meminta ASN untuk meningkatkan disiplin, khususnya dalam kepatuhan terhadap jam kerja. Disiplin adalah fondasi penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan profesional, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada kualitas pelayanan publik.
Gubernur juga menekankan bahwa pada tahun 2026, pola kerja ASN harus bersifat kolektif, bukan individual. Mulai dari kepala dinas hingga staf, seluruh ASN diminta bekerja sebagai satu tim untuk mencapai target pembangunan daerah. Pendekatan tim ini diharapkan dapat meningkatkan sinergi dan efektivitas dalam pelaksanaan program-program pemerintah.
Seluruh perangkat daerah juga diingatkan untuk memahami dan mengimplementasikan program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, yakni “9 Berani”. Program ini merupakan instrumen pencapaian visi-misi Pemprov Sulteng untuk periode 2025-2030 yang bertujuan mendorong pembangunan berkelanjutan. Program “9 Berani” meliputi Berani Cerdas, Berani Sehat, Berani Lancar, Berani Panen Raya, Berani Tangkap Banyak, Berani Menyala, Berani Berdering, Berani Berintegritas, dan Berani Berkah.
Sumber: AntaraNews