DPMPTSP Cirebon Adopsi Sikertas 2.0, Targetkan Peningkatan Investasi dan Kemitraan UMKM
DPMPTSP Kota Cirebon meluncurkan aplikasi Sikertas 2.0 untuk memperkuat iklim investasi dan mendorong kemitraan UMKM, menargetkan peningkatan signifikan dalam realisasi investasi di Cirebon.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cirebon, Jawa Barat, secara resmi mengadopsi aplikasi Sistem Informasi Kemitraan dan Fasilitasi Investasi (Sikertas) 2.0. Langkah ini diambil guna memperkuat iklim investasi dan kemitraan usaha di wilayah tersebut. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMPTSP Kota Cirebon, Icip Suryadi, menyatakan bahwa penerapan platform digital ini merupakan bagian dari transformasi layanan investasi dan perizinan yang tengah dijalankan pemerintah daerah.
Peluncuran Sikertas 2.0 bertujuan untuk mempererat hubungan antara investor dengan pelaku usaha lokal, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Aplikasi ini diharapkan menjadi jembatan yang efektif untuk menciptakan sinergi antara modal besar dan potensi UMKM di Cirebon. Dengan demikian, investasi yang masuk dapat lebih berdampak positif pada perekonomian lokal.
Kota Cirebon memiliki posisi strategis dalam koridor ekonomi Rebana, menjadikannya magnet bagi para investor. Melalui pemanfaatan Sikertas 2.0, DPMPTSP berkomitmen untuk memastikan setiap investasi yang masuk mampu menggandeng dan meningkatkan kelas UMKM lokal melalui kemitraan yang saling menguntungkan. Kemitraan yang saling menguntungkan menjadi fokus utama dalam upaya peningkatan investasi Cirebon.
Memperkuat Iklim Investasi Melalui Digitalisasi
Penggunaan Sikertas 2.0 menandai babak baru dalam layanan investasi di Kota Cirebon, membawa efisiensi dan transparansi. Aplikasi ini dirancang untuk memetakan potensi investasi daerah secara komprehensif, memberikan gambaran jelas bagi calon investor. Selain itu, sistem pelaporan kemitraan yang lebih transparan juga menjadi salah satu fitur unggulan yang ditawarkan.
DPMPTSP Kota Cirebon telah membekali jajarannya dengan workshop intensif mengenai penggunaan Sikertas 2.0. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam mengoperasikan sistem tersebut secara optimal. Peserta workshop mendapatkan pemahaman mendalam tentang berbagai fitur terbaru aplikasi.
Modul fasilitasi penyelesaian hambatan investasi juga terintegrasi dalam Sikertas 2.0, memungkinkan investor memperoleh solusi cepat terhadap berbagai kendala yang dihadapi. Fitur ini sangat krusial untuk mengatasi berbagai kendala yang mungkin dihadapi selama proses investasi. Dengan demikian, proses investasi menjadi lebih lancar dan minim hambatan.
Icip Suryadi menekankan bahwa melalui workshop ini, kesiapan aparatur diperkuat agar pemanfaatan teknologi digital dapat mendukung pelayanan investasi yang lebih efektif dan responsif. Digitalisasi layanan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan investasi yang lebih kondusif dan menarik.
Mendorong Kemitraan UMKM dan Investor
Implementasi Sikertas 2.0 diharapkan dapat mempercepat proses pencocokan bisnis atau business matching antara investor dan pelaku usaha lokal. Platform ini memudahkan kedua belah pihak untuk menemukan mitra yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing. Ini merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi ekonomi daerah.
Sistem digital ini memungkinkan proses kemitraan berjalan lebih efisien, akuntabel, dan terukur, memberikan kepastian bagi para pelaku usaha. Transparansi dalam proses kemitraan menjadi kunci untuk membangun kepercayaan antara investor dan UMKM. Hal ini juga meminimalisir potensi kesalahpahaman dan sengketa di kemudian hari.
Dengan sistem yang lebih terintegrasi, investor dapat lebih mudah menemukan peluang investasi yang menjanjikan di Kota Cirebon. Sementara itu, pelaku usaha lokal, khususnya UMKM, akan memperoleh akses kemitraan yang lebih luas. Ini membuka pintu bagi UMKM untuk naik kelas dan mengembangkan usahanya.
DPMPTSP Kota Cirebon ingin memastikan setiap investasi yang masuk mampu menggandeng dan menaikkan kelas UMKM lokal melalui kemitraan yang saling menguntungkan. Fokus pada UMKM ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk pemerataan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.
Cirebon: Daya Tarik Investasi dan Target Ambisius
Kota Cirebon dikenal memiliki potensi ekonomi yang sangat strategis, terutama berada di koridor Rebana (Cirebon-Patimban-Kertajati). Posisi geografis ini menjadikannya lokasi ideal untuk pengembangan industri dan investasi. Infrastruktur yang terus berkembang juga mendukung daya tarik investasi di wilayah ini.
Realisasi investasi di Kota Cirebon menunjukkan tren positif yang sangat menggembirakan. Pada tahun 2025, realisasi investasi mencapai Rp1,85 triliun, melampaui target sebesar 186 persen dari target Rp980 miliar. Capaian ini menempatkan Kota Cirebon pada peringkat pertama pertumbuhan investasi di Jawa Barat.
Berdasarkan capaian impresif tersebut, DPMPTSP Kota Cirebon menetapkan target realisasi investasi tahun 2026 sebesar Rp1,96 triliun. Target ambisius ini mencerminkan optimisme pemerintah daerah terhadap potensi pertumbuhan investasi yang berkelanjutan. Adopsi teknologi seperti Sikertas 2.0 diharapkan menjadi nilai tambah.
Icip Suryadi optimistis bahwa adopsi teknologi digital ini akan menjadi nilai tambah signifikan dalam menarik minat investor, baik domestik maupun asing. Digitalisasi layanan investasi merupakan instrumen penting untuk meningkatkan daya saing daerah sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap pelayanan pemerintah.
Sumber: AntaraNews