DPRD Soroti Kinerja OPD Kabupaten Bandung: Ada yang Miskin Inovasi dan Buruk Koordinasi
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung menyoroti kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setelah satu tahun kepemimpinan Bupati Dadang Supriatna dan Wakil Bupati Ali Syakieb, meskipun ada capaian positif yang telah diraih.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menyoroti kinerja sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Penyorotan ini dilakukan dalam momentum satu tahun kepemimpinan Bupati Dadang Supriatna bersama Wakil Bupati Ali Syakieb di Kabupaten Bandung.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hailuki, menyatakan bahwa satu tahun kepemimpinan Dadang dan Ali telah menunjukkan capaian positif. Salah satu pencapaian nyata adalah penurunan angka kemiskinan di wilayah tersebut.
Hailuki juga menjelaskan bahwa sinergi antara Bupati dan Wakil Bupati Bandung saat ini lebih solid. Kondisi ini berdampak pada tata kelola pemerintahan yang lebih terarah dan efisien.
Capaian Positif dan Sinergi Kepemimpinan Daerah
Selama satu tahun menjabat, kepemimpinan Bupati Dadang Supriatna dan Wakil Bupati Ali Syakieb di Kabupaten Bandung telah menunjukkan komitmen kuat. Komitmen ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan dibandingkan periode sebelumnya, membawa perubahan signifikan.
Hailuki menggarisbawahi bahwa duet pimpinan daerah ini jelas lebih harmonis dan kompak dibanding sebelumnya. Soliditas ini secara otomatis memberikan dampak positif terhadap sinergitas antara bupati dan wakil bupati dalam menjalankan roda pemerintahan.
Hasil dari sinergi tersebut terlihat dari berbagai program yang telah berjalan. Salah satu indikator keberhasilan yang paling menonjol adalah berkurangnya angka kemiskinan di Kabupaten Bandung, menunjukkan efektivitas kebijakan yang diterapkan.
Kritik Terhadap Kinerja OPD yang Belum Optimal
Meskipun ada capaian positif dari pimpinan daerah, DPRD menilai bahwa komitmen tersebut belum sepenuhnya diimbangi oleh kinerja seluruh OPD. Masih terdapat kelemahan di beberapa sektor yang perlu menjadi perhatian serius.
Hailuki menyebutkan setidaknya ada tiga kriteria OPD yang kinerjanya tidak optimal. Kriteria tersebut meliputi miskin inovasi, minim kreasi, serta buruknya koordinasi lintas sektor antar unit kerja.
Kritik juga dilayangkan terhadap pola kerja yang dinilai stagnan dan tidak menyentuh persoalan mendasar masyarakat. Masih ada OPD yang hanya copy paste program dari tahun ke tahun.
Menurutnya, program-program tersebut tujuannya sekadar penyerapan anggaran semata. Bukan untuk menyelesaikan persoalan nyata yang dihadapi oleh masyarakat di lapangan secara efektif.
Pentingnya Evaluasi untuk Mewujudkan Kabupaten Bandung BEDAS
Pihak DPRD Kabupaten Bandung meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap OPD dengan kinerja rendah. Evaluasi ini krusial untuk memastikan visi-misi kepala daerah dapat dijalankan secara maksimal tanpa hambatan.
Hailuki menekankan bahwa evaluasi penting agar implementasi visi misi kepala daerah berjalan optimal. Tujuannya adalah agar cita-cita mewujudkan Kabupaten Bandung BEDAS bisa tercapai secara lahir dan batin.
Visi pembangunan Kabupaten Bandung di bawah kepemimpinan Bupati Dadang Supriatna dikenal dengan slogan BEDAS. BEDAS merupakan akronim dari Bangkit, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera, yang menjadi panduan pembangunan daerah.
Sumber: AntaraNews