Usai Diperiksa KPK Soal Kuota Haji, Kakanwil Kemenag Berjalan Cepat Sambil Nunduk 'Tidak mas Tidak'
Saiful juga enggan menjawab jumlah pertanyaan yang dilayangkan penyidik kepadanya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil) Jawa Tengah, Saiful Mujab, tampak berjalan cepat sambil menunduk saat keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Rabu (8/10). Kehadirannya di sana untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pembagian kuota tambahan haji tahun 2024.
"Tidak mas tidak," saat ditanya awak media terkait hal apa saja yang diperiksa selama hampir 7 jam tersebut, Rabu (10/8).
Saiful juga enggan menjawab jumlah pertanyaan yang dilayangkan penyidik kepadanya. Dia bungkam sembari berjalan seorang diri meninggalkan kerumunan wartawan.
Meski wajahnya tertutup masker hitam, namun air mukanya terlihat tampak lesu. Suaranya pun sangat kecil saat menolak meladeni awak media.
dalam urusan perhajian, Saiful memiliki rekam jejak sebagai Sekretaris Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) dan Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Direktorat Jenderal PHU Kementerian Agama RI.
Diketahui, kasus ini bermula dari pembagian kuota haji tambahan yang tidak sesuai aturan Undang-Undang. Seharusnya, pembagian kuota haji terbagi atas 92% untuk hajireguler dan 8% untuk haji khusus.
Namun pada penyelenggaraan haji 2024, Kementerian Agama Republik Indonesia melakukan diskresi pada pembagian kuota haji tambahan sebesar 20.000 yang diberikan pemerintah kerjaan Saudi menjadi 10.000 untuk reguler dan 10.000 untuk khusus atau 50%-50%.
Dengan pembagian porsi tak sesuai aturan memunculkan dugaan permainan jual-beli kuota haji khusus dari Kementerian Agama kepada sejumlah biro travel haji-umroh dengan motif bisa berangkat di tahun yang sama tanpa antrean. Syaratnya dengan membayarkan uang 'pelicin' demi mendapatkan kuota tersebut.