Terungkap! Polisi Tak Temukan Aktivitas Saat Operasi Penertiban Tambang Emas Ilegal Manokwari, Warga Diminta Pulang
Polda Papua Barat menggelar Operasi Penertiban Tambang Emas Ilegal Manokwari di Distrik Wasirawi, namun tim tidak menemukan aktivitas penambangan, hanya ada warga di lokasi. Apa yang terjadi?
Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat telah memulai operasi penertiban tambang emas ilegal Manokwari di Distrik Wasirawi, Kabupaten Manokwari. Operasi ini berlangsung pada Jumat (10/10) sebagai langkah tegas penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin.
Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir, Kepala Polda Papua Barat, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menindak praktik ilegal. Aktivitas penambangan tanpa izin merusak lingkungan, mencemari sungai, dan membahayakan masyarakat sekitar.
Menariknya, tim gabungan yang melakukan penyisiran tidak menemukan adanya kegiatan penambangan maupun alat berat di lokasi. Namun, petugas masih menjumpai sejumlah kelompok masyarakat di sana dan meminta mereka untuk kembali ke rumah masing-masing.
Latar Belakang dan Tujuan Operasi Penertiban Tambang Emas Ilegal Manokwari
Operasi penertiban ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara pemerintah daerah, aparat keamanan, pemilik modal, dan pemilik hak ulayat. Sebelumnya, telah diberikan dispensasi waktu bagi para penambang untuk menghentikan aktivitas mereka. Dispensasi tersebut berakhir pada 3-7 Oktober 2025, sebelum operasi penertiban ini dilaksanakan.
Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap tambang ilegal. “Tambang ilegal tidak hanya melanggar hukum, tetapi menimbulkan kerusakan lingkungan, pencemaran sungai, dan membahayakan masyarakat,” ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi dampak serius dari praktik penambangan tanpa izin di Manokwari.
Untuk memastikan pengawasan yang intensif, Kepolisian telah mendirikan pos komando taktis di lokasi. Pos ini berfungsi untuk mencegah kembali timbulnya praktik pertambangan emas tanpa izin yang merugikan negara. Penertiban ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku dan menjaga kelestarian lingkungan.
Hasil Penyisiran dan Langkah Preventif di Lapangan
Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat, Komisaris Besar Polisi Ignatius Benny Ady Prabowo, menjelaskan detail penyisiran yang dilakukan tim. Tim memulai penyisiran ke seluruh lokasi pertambangan emas tanpa izin sekitar pukul 10.00 WIT. Fokus utama adalah mencari aktivitas penambangan dan alat berat yang mungkin masih beroperasi.
Meskipun tim tidak menemukan aktivitas penambangan maupun alat berat yang digunakan, mereka masih menemukan sejumlah kelompok masyarakat di area tersebut. Petugas kemudian melakukan mobilisasi warga tersebut untuk kembali ke rumah masing-masing. Ini menunjukkan pendekatan preventif yang diambil oleh aparat.
“Tidak ada kegiatan penambangan maupun alat berat yang digunakan. Langkah preventif melalui sosialisasi dan edukasi, karena masih ada warga di lokasi,” kata Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo. Sosialisasi dan edukasi menjadi kunci untuk memastikan masyarakat memahami pentingnya kepatuhan hukum dan mencegah mereka kembali terlibat dalam kegiatan ilegal.
Tim Gabungan dan Komitmen Berkelanjutan
Operasi penertiban tambang emas ilegal Manokwari ini dipimpin oleh sejumlah perwira tinggi Polda Papua Barat. Di antaranya adalah Direktur Samapta Polda Papua Barat Kombes Pol Franky Samuel Lopulalan dan Kabid Propam Kombes Pol Darno. Kapolresta Manokwari Kombes Pol Ongky Isgunawan juga turut serta dalam tim, bersama Auditor Kepolisian Madya pada Itwasda Polda Papua Barat Kombes Pol Andy Prihastomo.
Tim gabungan yang terlibat dalam operasi ini sangat komprehensif dan berasal dari berbagai satuan. Mereka terdiri dari Direktorat Reskrimsus Polda Papua Barat, Direktorat Samapta Polda Papua Barat, Satuan Brimob Polda Papua Barat, serta Polresta Manokwari. Kolaborasi ini menunjukkan keseriusan aparat dalam memberantas tambang ilegal di wilayah tersebut.
Kegiatan penertiban ditutup dengan evaluasi lapangan yang menyeluruh, sekaligus pemetaan ulang wilayah yang berpotensi menjadi lokasi penambangan ilegal. Hal ini dilakukan untuk ditindaklanjuti pada pelaksanaan operasi berikutnya, menunjukkan komitmen jangka panjang kepolisian.
Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa “Penertiban ini akan terus dilakukan secara tegas dan terukur.” Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak lagi terlibat dalam kegiatan ilegal dan mendukung kebijakan ini demi menjaga keberlanjutan lingkungan serta ketertiban hukum di Manokwari.
Sumber: AntaraNews