Terjaring OTT KPK, Ini Deretan Program Wali Kota Maidi di Madiun
Sembilan dari 15 orang yang dicokok penyidik KPK dibawa ke Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan.
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) Wali Kota Madiun Maidi.
Maidi dicokok KPK bersama 14 orang lainnya. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan 15 orang termasuk Maidi saat ini tengah diperiksa di Gedung Merah Putih KPK.
"Benar, hari ini Senin (19/1), tim sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup, dengan mengamankan sejumlah 15 orang, di wilayah Madiun, Jawa Timur," kata Budi kepada awak media di Jakarta, Senin (19/1).
"Selanjutnya 9 orang diantaranya dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya Walikota Madiun," tutur Budi.
Di Kota Madiun, Maidi menggagas program pembangunan daerah, salah satunya Pancakarya.
Dikutip dari berbagai sumber, Pancakarya adalah konsep pembangunan dengan ruang lingkup Madiun Kota Pintar, Madiun Kota Melayani, madiun kota Membangun, madiun Kota Peduli dan Madiun Kota Terbuka.
Pancakarya dijadikan Maidi sebagai dasar visi dan misi Pemkot Madiun periode 2019-2024 yang ingin mewujudkan Madiun sebagai kota Pendekar.
Pendekar sendiri kepanjangan Pintar, Melayani, membangun, peduli, terbuka dan Karismatik.
Madiun kota Sejuta Bunga
Di era Maidi, diluncurkan ikon madiun sebagai Kota Sejuta Bunga. Pada masa pandemi Covid, Maidi menggagas program Pendekar obat dan Pendekar Waras.
Maidi juga menitikberatkan pembangunan Kota Madiun pada pembangunan infrastruktur perkotaan, termasuk Pengembangan kawasan Pahlawan Religi Center (PRC).
Kasus Fee Proyek
Di era Maidi juga sektor pendidikan meluncurkan pembagian laptop gratis buat siswa dan guru.
Maidi sendiri terjaring OTT terkait dugaan korupsi fee proyek atau uang jatah dan dana CSR.
"Fee proyek dan dana CSR di wilayah Kota Madiun," Budi menandasi.