ACFFEST 2026 dan Ruang Nonton Perkuat Edukasi Antikorupsi Keluarga Lewat Film Interaktif
Festival film antikorupsi ACFFEST 2026 berkolaborasi dengan komunitas Ruang Nonton menyelenggarakan edukasi antikorupsi keluarga di Jakarta Selatan. Inisiatif ini menanamkan nilai integritas sejak dini melalui film dan diskusi interaktif, memperkuat kesad
Festival film antikorupsi, Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) 2026, berkolaborasi dengan komunitas Ruang Nonton. Kegiatan ini menghadirkan edukasi antikorupsi lewat film dan ruang diskusi yang interaktif. Tujuannya adalah menanamkan nilai-nilai integritas bagi keluarga di Indonesia.
Acara bertema "Dari Lensa, Integritas Terjaga!" ini digelar di RPTRA Pinang Indah, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 23 Mei 2026. Lebih dari 150 peserta hadir, meliputi penggerak PKK, pemerintah kelurahan, guru PAUD, serta masyarakat umum dan keluarga. Peserta dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua, turut memeriahkan kegiatan ini.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran kolektif tentang pentingnya membangun generasi berintegritas sejak dini. Film tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga medium refleksi dan percakapan. Diharapkan, ruang-ruang diskusi terkait kampanye antikorupsi bisa terus tumbuh di masyarakat.
Membangun Integritas Sejak Dini dalam Keluarga
Penyuluh antikorupsi, Nurhuda, menjelaskan bahwa pendidikan antikorupsi tidak harus selalu disampaikan melalui pendekatan formal. Edukasi ini dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah dan interaksi sehari-hari dalam keluarga. Pendekatan informal dinilai lebih efektif untuk menanamkan nilai-nilai luhur.
KPK secara konsisten mensosialisasikan sembilan nilai integritas yang penting untuk diterapkan. Nilai-nilai tersebut meliputi jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras. Kesembilan nilai ini disingkat menjadi 'Jumat Bersepeda KK' untuk memudahkan ingatan dan sosialisasi.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung di RPTRA Pinang Indah. Mereka tidak hanya menonton film, tetapi juga aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman. Peserta juga menyampaikan pandangan mereka mengenai tantangan membangun kebiasaan jujur di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Film sebagai Medium Refleksi dan Percakapan Antikorupsi
Dalam kegiatan ini, para peserta diajak menonton tiga film pendek pilihan yang relevan dengan tema antikorupsi. Film-film tersebut berjudul “Liburan Diam-Diam”, “Pirates Sepuluh Ribuan”, dan “Subur Itu Jujur”. Ketiganya berhasil menarik perhatian audiens.
Film-film tersebut mengangkat berbagai fenomena yang sering dianggap sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Namun, cerita-cerita ini sesungguhnya berkaitan erat dengan perilaku tidak jujur dan tindakan koruptif. Pesan moral dalam film sangat mudah dicerna oleh berbagai kalangan usia.
Nisa, perwakilan dari komunitas Ruang Nonton, berharap program ini dapat menumbuhkan ruang-ruang diskusi. Khususnya, diskusi terkait kampanye antikorupsi diharapkan bisa terus berkembang di masyarakat. Film diharapkan menjadi medium refleksi dan percakapan yang kuat.
Peran Krusial Keluarga dalam Pembentukan Karakter Berintegritas
Kegiatan Ruang Nonton Keluarga ini turut menghadirkan figur inspiratif, Putri Indonesia Sumatera Utara 2 Tahun 2025 Morana Angelica. Ia berbagi cerita mengenai besarnya pengaruh keluarga dalam perjalanan hidupnya. Morana menekankan pentingnya dukungan keluarga.
Dalam sesi diskusi, Morana menyampaikan bahwa nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran telah ditanamkan sejak kecil oleh keluarganya. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk dirinya. Hal ini membantunya hingga mampu melaju sebagai perwakilan Sumatera Utara di ajang Putri Indonesia.
Morana juga memberikan pesan inspiratif kepada para ibu yang hadir dalam acara tersebut. Ia menegaskan, "Ibu-ibu harus jadi orang tua yang percaya diri, agar anaknya juga ikut percaya diri." Pesan ini menyoroti pola asuh positif yang dapat membentuk karakter anak.
Sumber: AntaraNews