Tahukah Anda? 48 Penjamah Makanan SPPG Polresta Bandara Soetta Kini Bersertifikat Higienis!
Puluhan penjamah makanan di SPPG Rawa Burung I Polresta Bandara Soetta telah meraih **sertifikasi penjamah makanan SPPG** dari Dinkes. Apa dampaknya bagi program Makan Bergizi Gratis?
Sebanyak 48 penjamah makanan di Sentra Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rawa Burung I Polresta Bandara Soekarno-Hatta baru saja menerima sertifikasi penting. Sertifikasi ini diberikan langsung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang setelah melalui serangkaian pelatihan ketat.
Pencapaian ini diumumkan oleh Kepala Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Klinik Polres Bandara Soekarno-Hatta, Dedy Kurniawan, pada Sabtu (18/10) di Tangerang. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam menjamin kualitas pangan.
Sertifikasi ini memastikan bahwa para penjamah makanan tersebut layak untuk mengolah dan memasak hidangan. Hidangan ini akan didistribusikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi 3.942 penerima manfaat di lingkungan Polres Bandetta.
Peningkatan Standar Higienitas dan Keamanan Pangan
Sertifikasi bagi 48 penjamah makanan di SPPG Rawa Burung I merupakan bagian dari upaya komprehensif. Upaya ini bertujuan untuk memastikan kelayakan higienitas dan standar pengolahan makanan bagi petugas kepolisian.
Dedy Kurniawan menjelaskan bahwa rekomendasi dari Dinas Kesehatan mencakup pelatihan intensif bagi seluruh petugas SPPG. Pelatihan penjamah makanan ini menjadi syarat utama untuk memperoleh sertifikasi yang diakui.
“Semua pekerja sudah dilatih. Mereka sudah tahu apa yang harus dikerjakan, mulai dari cara memasak, mencuci ompreng, hingga proses pengemasan makanan,” ujar Dedy. Hal ini menunjukkan kesiapan dan profesionalisme tim.
Dengan adanya **sertifikasi penjamah makanan SPPG** ini, diharapkan risiko kontaminasi dapat diminimalisir. Kualitas makanan yang disajikan pun akan terjaga dengan baik.
Rekomendasi dan Perbaikan Lingkungan Kerja
Selain pelatihan, Dinas Kesehatan dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Tangerang turut memberikan rekomendasi. Rekomendasi ini mencakup arahan serta petunjuk teknis mengenai tata kelola kebersihan dan lingkungan di area SPPG.
Hasil asistensi tim Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) merekomendasikan beberapa perbaikan signifikan. Perbaikan ini bertujuan untuk memastikan standar kebersihan dan keamanan lingkungan kerja tetap terjaga optimal.
Beberapa poin penting yang menjadi perhatian meliputi penataan alur masuk dan keluar karyawan yang harus diatur secara jelas. Selain itu, penyediaan wastafel di luar bangunan diwajibkan agar seluruh karyawan dapat mencuci tangan sebelum memasuki area kerja.
Para penjamah makanan juga diwajibkan menggunakan sarung tangan plastik, menjaga kebersihan kuku, dan dilarang menggunakan aksesori seperti kalung, gelang, cincin, anting, maupun jam tangan selama bekerja. Tim IKL juga merekomendasikan pemasangan perangkap lalat (insect killer), poster panduan cuci tangan, serta stiker larangan merokok di area kerja.
Dari sisi keselamatan kerja, lokasi SPPG kini dilengkapi dengan alat pemadam api ringan (APAR) dan kotak P3K. Jalur evakuasi yang jelas juga telah disiapkan untuk mengantisipasi keadaan darurat.
Ruang penyimpanan bahan disarankan diberi valet atau penanda khusus. Tempat sampah harus dilengkapi plastik pelapis, ditempatkan di dalam dan luar ruangan, serta dipisahkan antara limbah organik dan anorganik dengan proses pengangkutan rutin.
Terkait kualitas air, hasil uji awal menunjukkan masih terdapat beberapa zat yang belum sepenuhnya sesuai standar, meski masih dalam batas aman. Untuk menjaga higienitas, SPPG akan memasang sistem filtrasi tambahan dan melakukan pemeriksaan ulang air.
Pengawasan Ketat dan Kualitas Gizi Terjamin
Dengan terpenuhinya seluruh rekomendasi dari Dinas Kesehatan dan BLH Kabupaten Tangerang, SPPG Rawa Burung I Polres Bandara Soekarno-Hatta kini dinyatakan siap beroperasi. Fasilitas ini memiliki status layak higienis.
Kapolres Bandara Soekarno Hatta Komisaris Besar Ronald Sipayung menekankan pentingnya peningkatan standar operasional prosedur (SOP). Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko keracunan dan memastikan makanan yang dimasak aman, sehat, dan bergizi.
“Upaya pencegahan dilakukan dari hulu, meliputi air bersih, lingkungan hingga orang yang bertugas mengolah,” ucap Ronald. Ia menegaskan bahwa proses pengolahan makanan dari awal hingga distribusi akan diawasi ketat sesuai SOP Badan Gizi Nasional (BGN).
Pelaksanaan SPPG Polri akan melibatkan ahli gizi dari BGN untuk memastikan asupan makanan memenuhi standar gizi dan keamanan pangan. “Sebelum makanan bergizi gratis didistribusikan, seluruh menu akan diuji menggunakan alat khusus food security untuk memastikan makanan layak dikonsumsi,” tambah Ronald.
Harapannya, fasilitas ini mampu mendukung kebutuhan gizi dan kesehatan bagi seluruh personel Polres Bandara Soekarno-Hatta secara berkelanjutan. Ini menunjukkan komitmen kuat terhadap kesejahteraan anggota.
Sumber: AntaraNews