Fakta Unik: 57 SPPG di Kediri Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, Jamin Makan Bergizi Gratis Aman!

Pemerintah Kabupaten Kediri menyerahkan 57 Sertifikat Laik Higiene Sanitasi Kediri kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), memastikan program Makan Bergizi Gratis aman dikonsumsi. Bagaimana Pemkab Kediri menjaga kualitasnya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: 57 SPPG di Kediri Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, Jamin Makan Bergizi Gratis Aman!
Pemerintah Kabupaten Kediri menyerahkan 57 Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan keamanan program Makan Bergizi Gratis. Bagaimana upaya Pemkab Kediri menjaga kualitas? (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Kediri secara resmi menyerahkan 57 Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Penyerahan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas dan keamanan pangan bagi masyarakat.

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, memimpin langsung prosesi penyerahan sertifikat tersebut. Langkah ini menegaskan komitmen Pemkab Kediri terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sangat penting bagi siswa di wilayahnya.

Sebanyak 57 SPPG yang telah memenuhi standar kebersihan kini siap beroperasi penuh melayani sekitar 136.000 penerima program. Penyerahan sertifikat ini memastikan setiap hidangan yang disajikan aman dan higienis bagi seluruh penerima manfaat.

Bupati Hanindhito Himawan Pramana menekankan pentingnya menjaga kualitas kebersihan dalam setiap tahapan penyediaan makanan. "Kami serahkan 57 SLHS dari total 75 SPPG yang sudah terdaftar," ujarnya di Kediri.

Ia menambahkan bahwa dari jumlah tersebut, 64 SPPG telah menerima sertifikat, dengan 57 di antaranya sudah beroperasi. Tujuh SPPG lainnya yang belum beroperasi juga telah diberi sertifikat karena akan segera memulai aktivitas memasak.

Bupati juga menyoroti potensi risiko keracunan jika proses tidak dikelola dengan baik, terutama kebersihan. "Ini panjang sekali mulai masak, mengirimkan, membersihkan, menyiapkan, masak lagi," katanya, menekankan pentingnya pengawasan menyeluruh.

Hingga saat ini, program MBG di Kabupaten Kediri belum menerima laporan keracunan makanan. Hal ini berkat pengawasan ketat dan komitmen dari seluruh pihak terkait dalam menjaga standar higiene sanitasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Ahmad Khotib, menjelaskan upaya pengawasan yang dilakukan pihaknya. "Kami terus pantau bagaimana penerapan mulai dari pembelian bahan, penyimpanan, pengolahan sampai distribusi," kata dia.

Pemantauan yang intensif ini meliputi setiap aspek, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses distribusi makanan kepada penerima. Semua tahapan dipastikan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan untuk menjamin keamanan pangan.

SPPG di Kediri juga telah menyusun daftar menu hingga satu bulan ke depan, hasil koordinasi dengan penanggung jawab. Menu makanan bervariasi antar SPPG, disesuaikan dengan jadwal yang telah disepakati sebelumnya.

Dinas Kesehatan secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi setiap bulan ke seluruh SPPG di Kabupaten Kediri. Hal ini untuk memastikan bahwa setiap SPPG memberikan layanan terbaiknya dalam program Makan Bergizi Nasional.

Sebanyak 57 SPPG di Kediri kini telah memenuhi standar yang ditetapkan, menunjukkan komitmen terhadap kualitas. Setiap SPPG dilengkapi dengan kepala dan ahli gizi sesuai program Badan Gizi Nasional (BGN).

Penyerahan SLHS ini juga dibarengi dengan penandatanganan komitmen keamanan pangan oleh para penanggung jawab SPPG. Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Kediri serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri.

Keberadaan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi menjadi jaminan bagi masyarakat akan kualitas makanan yang disajikan. Ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Kediri dalam melindungi kesehatan dan gizi warganya melalui program MBG.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi