Tahukah Anda, 120 Penjamah Makanan di Kepulauan Seribu Dilatih Khusus? Ini Cara Pemkab Jaga Kualitas MBG
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu melatih 120 penjamah makanan untuk memastikan Kualitas MBG tetap higienis dan sehat. Cari tahu bagaimana pelatihan ini menjaga keamanan pangan bagi penerima manfaat.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu mengambil langkah proaktif dalam memperkuat serta menjaga kualitas makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 120 penjamah makanan dari empat kelurahan di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara mendapatkan pelatihan khusus. Pelatihan ini diselenggarakan untuk memastikan setiap hidangan yang disajikan tetap higienis dan sehat bagi masyarakat penerima manfaat.
Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keamanan Pangan Program Makan Bergizi ini merupakan inisiatif kolaboratif. Badan Gizi Nasional (BGN) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu untuk mewujudkan program ini. Tujuan utamanya adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para penjamah makanan dalam menjaga keamanan serta kualitas pangan yang mereka olah.
Pelatihan ini sangat penting mengingat makanan MBG ditujukan bagi kelompok rentan seperti anak-anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui. Kualitas MBG yang higienis dan sehat menjadi prioritas utama bagi pemerintah daerah. Oleh karena itu, pelatihan ini bukan sekadar formalitas, melainkan pedoman kerja yang harus diterapkan di lapangan.
Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Penjamah Makanan
Kasi Pemerintahan Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Jamaluddin, menegaskan pentingnya pelatihan ini. Menurutnya, makanan yang disajikan harus berkualitas, higienis, dan sehat, terutama bagi kelompok penerima manfaat. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan bekal yang cukup bagi para relawan dalam menjalankan tugas mereka sehari-hari.
Sebanyak 120 petugas penjamah makanan yang mengikuti pelatihan ini berasal dari empat kelurahan. Mereka adalah relawan dari Pulau Kelapa, Pulau Harapan, Pulau Panggang, dan Pulau Untung Jawa. Para relawan ini merupakan garda terdepan yang sehari-hari bertugas menyiapkan dan mengolah makanan bergizi untuk warga di wilayah masing-masing.
Jamaluddin berharap semua peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan tidak ragu untuk bertanya kepada narasumber. Hal ini penting agar pemahaman mereka tentang standar keamanan pangan dapat maksimal. Penerapan ilmu yang didapat akan sangat berpengaruh pada kualitas MBG yang disalurkan.
Menjamin Keamanan Pangan dan Higienitas Program MBG
Perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Dandi Nurwahyudi, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya pemerintah. Tujuannya adalah memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai dengan standar keamanan pangan yang berlaku. Program ini tidak hanya tentang 'gratisnya' tetapi juga tentang 'gizinya' yang harus terjamin.
Dandi menekankan bahwa relawan perlu memahami bahwa makanan bergizi harus aman, sehat, dan sesuai SOP. Hal ini krusial agar tidak menimbulkan kasus keracunan atau gangguan kesehatan di kemudian hari. Kualitas MBG yang baik adalah kunci keberhasilan program ini dalam meningkatkan gizi masyarakat.
Selain itu, Dandi juga menyoroti pentingnya dukungan dari berbagai pihak, terutama terkait penyediaan air bersih. Suplai air bersih merupakan faktor penting dalam proses pengolahan bahan pangan. “Kami melihat di beberapa lokasi, suplai air bersih masih terbatas. Ini harus jadi perhatian bersama karena mencuci sayur dan bahan makanan tidak boleh menggunakan air yang asal-asalan,” tegas Dandi.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Keberhasilan MBG
Bimtek Keamanan Pangan Program Makan Bergizi ini menghadirkan narasumber dari berbagai instansi terkait. Narasumber berasal dari Suku Dinas Lingkungan Hidup, Badan POM, Suku Dinas Kesehatan, dan Suku Dinas Pendidikan Kepulauan Seribu. Selain itu, mitra-mitra dari BGN juga turut berkontribusi dalam memberikan materi pelatihan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para penjamah makanan semakin memahami pentingnya menjaga kualitas dan keamanan pangan. Pengetahuan yang didapat akan menjadi bekal berharga bagi mereka. Ini juga diharapkan mampu diterapkan dalam kegiatan sehari-hari guna mendukung keberhasilan program Makan Bergizi di Kepulauan Seribu.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memastikan Kualitas MBG. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesehatan dan gizi masyarakat Kepulauan Seribu secara berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews